Lebaran, Okupansi Hotel Meningkat 10 Persen

SEMARANG – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Heru Isnawan menyampaikan tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel di Jawa Tengah mengalami peningkatan selama libur Lebaran. Kenaikan diprediksi bisa mencapai 10%.

Karyawan salah satu hotel di Semarang sedang merapikan kamar. Pada libur Lebaran ini tingkat penghunian kamar (TPK) di Jawa Tengah naik 10%. Foto: anggun puspita

Kondisi itu akan berdampak pada TPK bulan Juni 2018. ‘’Kami optimistis kenaikan jumlah TPK selama musim libur lebaran ini mencapai 10%,’’ ungkapnya, Senin (18/6).

Beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan ini yakni infrastuktur jalan yang telah memangkas waktu tempuh dibanding tahun sebelumnya.

“Tak cuma itu, di beberapa daerah juga ada destinasi wisata yang menjadi tujuan liburan. Terlebih saat ini libur lebarannya cukup panjang,” katanya.

Kendati demikian, kenaikan 10% ini tidak akan merata mengingat tidak semua daerah di Jateng memiliki tingkat kunjungan wisatawan yang sama.

“Di beberapa daerah yang punya destinasi wisata akan mengalami kenaikan TPK, tapi secara total rata-rata di Jateng naik 10%,” tuturnya.

Selain TPK, yang menjadi perhatian utama PHRI Jateng adalah rata-rata lama menginap (RLM). Pada libur Lebaran ini RLM juga akan meningkat, mengingat libur atau cuti hari raya Idulfitri cukup panjang.

“Libur lebarannya panjang, sementara jalan tol sudah menghubungkan langsung beberapa daerah yang otomatis memangkas waktu tempuh. Kami berharap RLM juga ikut terdongkrak,” katanya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.