Lebaran di Magelang, Sampah Meningkat 50 Persen

Kertas Sisa Petasan Paling Banyak

Peningkatan volume sampah juga terjadi selama bulan Ramadan. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

MAGELANG – Volume sampah di Kota Magelang meningkat 40-50 persen pada Hari Raya Idul Fitri 1440H/2019. Pada hari biasa produksi sampah mencapai 100 ton per hari, pada hari raya melonjak hingga 150 ton. Paling banyak merupakan sampah kertas sisa ledakan petasan/mercon yang tersebar di jalan-jalan penghubung. Setelah itu sampah rumah tangga juga ikut mendominasi.

ilustrasi

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, R Jaka Prawistara, menyatakan puncak lonjakan volume sampah terjadi mulai pada malam takbiran hingga H+3 lebaran. Penumpukan sampah paling banyak ada di Alun-alun, Jalan A Yani, Jalan Pemuda (Pecinan) dan sekitarnya.

”Paling banyak sampah kertas sisa ledakan petasan/mercon, banyak tersebar di jalan-jalan penghubung. Lalu sampah rumah tangga juga mendominasi,” kata Jaka disela-sela kegiatan Halal Bihalal karyawan di kantor DLH Kota Magelang, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya, lonjakan sampah terjadi hampir setiap tahun hari raya. Oleh karena itu pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan menambah tenaga kebersihan yang tergabung dalam tim sapu jagad. Tim yang beranggotakan 75 orang ini diterjunkan tidak hanya di pusat kota dan jalan protokol tapi juga di seluruh titik strategis di tiga kecamatan.

”Kami tambah personil tim sapu jagad, yang bekerja usai malam takbiran, sekitar pukul 01.00 sampai subuh. Kami juga tambah armada truk pengangkut sampah di depo-depo. Sampah diangkut ke TPST Banyuurip,” imbuh Jaka.

Kendati terjadi peningkatan volume sampah namun Jaka menyatakan penanganan berjalan cepat dan lancar. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Kota Magelang, Otros Trianto, menambahkan untuk peningkatan volume sampah juga terjadi selama bulan Ramadan 2019, yakni mencapai 10 persen, dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama bulan suci umat Islam itu.

”Mayoritas sampah rumah tangga, baik organik maupun non organik,” imbuh Otros. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.