Lebaran 2018, Buruh Jateng Minta Pengawasan Pencairan THR Diperketat

SEMARANG – Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) Jawa Tengah mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat untuk memperketat pengawasan dalam pemberian tunjangan hari raya (THR) saat menjelang Lebaran 1439 Hijriah nanti.

Ilustrasi

Ahmad Zainudin, Ketua DPD FSP KEP Jawa Tengah mengatakan, pengawasan THR seharusnya dilakukan dengan mengerahkan petugas dari Disnaker dalam jumlah banyak. Musababnya, selama ini banyak perusahaan yang lalai terhadap kewajibannya dalam memberikan THR menjelang Lebaran.

“Saya minta semua pemda memberikan pengawasan yang lebih ketat mengingat banyaknya yang perusahaan yang selama ini tidak memberikan THR, bahkan ada pula jumlah THR yang diberikan dibawah standar yang ditetapkan Pemprov,” ungkap Zainudin, Senin (7/5).

Ia mengaku sempat menemukan ada pabrik farmasi swasta yang menunda pemberian THR saat Lebaran dua tahun lalu. Hal ini menjadi preseden buruk bagi dunia usaha Jawa Tengah.

Pihaknya juga mengingatkan kepada pengusaha untuk mematuhi standar kelayakan THR yang ditetapkan Pemprov Jateng. “Kepada Disnaker, jika ada yang masih menunda THR harus ditindak tegas. Jangan setengah-setengah mengeluarkan kebijakan semacam ini,” tuturnya.

Namun, soal cuti bersama yang diperpanjang, ia menyatakan sepakat dengan pemerintah pusat. Hal ini bertujuan baik untuk memberikan waktu libur yang memadai selama momentum Lebaran.

“Ya enggak apa-apa dong, malah lebih baik diperpanjang cutinya. Biar kita sebagai pekerja mendapat libur lebih panjang untuk bersilaturahmi pada sanak saudara,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

7 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.