Lawan Stunting, Warga Temanggung Canangkan Germas dan Larangan BABS

Germas dan ODF sangat erat kaitanya dengan derajat kesehatan masyarakat.

Bupati Temanggung M Al Khadziq bersama jajaran, saat pencanangan Germas dan deklarasi ODF dalam rangka menurunkan angka stunting di Temanggung. Foto : metrojateng.com

TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung berupaya menekan angka stunting yang masih tinggi di daerah tersebut. Upaya itu dengan pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan (BABS).

Pencanangan dan deklarasi tersebut diikuti oleh sekitar 1.600 peserta, terdiri atas Forkopimda, Camat, Danramil, Kapolsek Se-Kabupaten Temanggung, Kepala Desa, Ketua TP PKK Desa, Kader Kesehatan, Kepala Puskesmas, Petugas Promkes, Petugas Gizi dan Petugas Sanitarian, hingga Kelompok Peduli Kesehatan dan anggota Saka Bakti Husada.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dokter Suparjo mengatakan, pencanangan Germas dan deklarasi ODF di tingkat kabupaten ini adalah upaya melawan stunting. Sebab, diketahui di Kabupaten Temanggung angka stunting masih tinggi.

“Maka, ini bukan suatu program, tetapi gerakan yang harus diterapkan oleh semua komponen bangsa dan semua mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial masyarakat, akademisi, dan semua kader kesehatan bahkan masyarakat luas,” ungkapnya di sela pencanangan di Gedung Pemuda Kabupaten Temanggung.

Adapun, alasan Kabupaten Temanggung mendeklarasikan bebas buang air besar sembarangan, sudah bisa mengakses jamban yang sehat.

“Tetapi pada acara ini kami mengingatkan kepada semua stakeholders bahwa yang 100 persen itu baru aksesnya, belum cakupan jamban. Kita masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) 7,3 persen keluarga di Kabupaten Temanggung belum punya jamban, artinya mereka harus nunut (numpang) dulu ke keluarga yang lain,” katanya.

Diketahui, angka 7,3 persen itu merupakan PR, terutama pada para camat dan kepala desa yang harus mengejar ketertinggalan atau kekurangan itu. Selama dua atau maksimal tiga tahun ke depan harapannya masalah tersebut harus sudah selesai.

Sementara itu, Germas dan ODF sangat erat kaitanya dengan derajat kesehatan masyarakat. Hal itu sesuai arahan Presiden RI, bahwa isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas, yaitu stunting. Sehingga, akan menjadi fokus perhatian bersama untuk dapat segera mencari solusi.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mewakili Kadinkes Prov Jateng, dokter Tatik Murhayati MKes menambahkan, dari 35 kabupaten di Jateng, sudah ada 18 daerah yang mendeklarasikan diri stop BABS.

“Kami terus dorong agar, semakin banyak daerah yang mencanangkan Germas dan mendeklarasikan ODF. Harapannya kesadaran kesehatan masyarakat meningkat, berbagai penyakit yang diakibatkan pun bisa ditekan,” tandasnya.

Sementara, Bupati Temanggung M Al Khadziq menyampaikan, dengan masyarakat yang semakin sehat, semoga generasi yang akan datang bisa lebih unggul dan juga produktif. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.