Larangan Kampanye di Simpang Lima, Hendi: Aturan KPU Memang Begitu

Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang memang tak boleh digunakan sebagai lokasi untuk kampanye terbuka Pemilu 2019.

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan, Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang memang tak boleh digunakan sebagai lokasi untuk kampanye terbuka Pemilu 2019.

 

Prabowo Subianto saat kampanye terbuka di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (10/42019). Istimewa

 

Penegasan itu disampaikannya menyusul adanya pernyataan dari kubu dan Capres 02, Prabowo Subianto yang tidak mendapat izin untuk penggunaan lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.

Hendi, sapaan karib wali kota, menegaskan, larangan penggunaan Simpang Lima untuk kampanye itu berlaku untuk semua pihak. Baik pasangan Capres 01, pasangan Capres 02, ataupun kampanye akbar partai politik peserta pemilu.

“Jadi memang Simpang Lima tidak kita perkenankan untuk giat politik. Tidak hanya Pak Prabowo, PDIP juga sama nggak boleh kampanye di Simpang Lima,” kata Wali Kota Hendi, Kamis (11/4/2019).

Hendi menjelaskan larangan itu sesuai ketentuan. Penentuan lokasi kampanye, telah diatur sepenuhnya oleh KPU Kota Semarang, selaku penyelenggara Pemilu 2019. “Tapi kan masih banyak lokasi yang diizinkan dalam edaran KPU Kota Semarang,” ujarnya.

Edaran KPU yang dimaksudkan oleh Hendi, yakni Keputusan KPU Kota Semarang Nomor 43/pl.02.4-kpt/3374/kpu.kot/III/2019. Berdasarkan Keputusan KPU Kota Semarang tersebut, Lapangan Pancasila atau Simpang Lima memang tidak direkomendasikan sebagai lokasi kampanye.

KPU mengatur lokasi yang dibolehkan untuk kampanye yaitu di sebanyak 43 titik. Dan mayoritas memang berupa lapangan sepakbola di tingkat kelurahan.

Sebelumnya, diketahui Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi wilayah Jateng, Sriyanto Saputro mengatakan bahwa mestinya dua lokasi menjadi referensi pemilihan tempat kampanye terbuka terakhir Prabowo-Sandi, yakni GOR Jatidiri dan Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang.

Kedua tempat itu dinilai bisa menampung banyak orang. Namun, pihaknya sama-sama tidak mendapatkan izin baik dari Pemerintah Kota Semarang selaku pengelola Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Maupun Pemprov Jateng melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) yang juga tak mengeluarkan izin untuk GOR Jatidiri dijadikan sebagai tempat kampanye.

“Simpang Lima dinilai pas. Sejak pemilu 2004, 2009, 2014 itu boleh. Sekarang tidak boleh,” ujar Sriyanto Saputro.

Hal ini kemudian dilontarkan lagi oleh Sang Capres, Prabowo Subianto saat berkampanye di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (10/4). Politikus senior Gerindra itu menyatakan bahwa dirinya dilarang berkampanye di Semarang dengan alasan tertentu. (duh)

 

 

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.