Lapas Siapkan Ruangan Khusus Antisipasi Covid 19

Napi Lapas Kelas IIA Kendal menggunakan layanan kunjungan online lewat video call di dalam Lapas. Foto: alif hafidz/metrojateng

KENDAL –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendal akan menerima tambahan lima tahanan yang sidangnya sudah diputus Pengadilan Negeri Kendal. Mengantisipasi tahanan baru dari penyebaran virus covid 19 ini, Lapas akan menyiapkan ruangan khusus.

 

Kepala Lapas Kelas II A Kendal Samsul Hidayat, mengatakan  sesuai intruksi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia  yang tertuang dalam surat Nomor: PAS-PK.01.01.01-679 tahun 2020 yang berisi tentang intruksi kepada para Kepala Lapas/Rutan/LPKA dapat menerima tahanan yang telah putus dan berkekuatan hukum tetap (inkracht).

 

“Kita ada 37 tahanan yang tersebar di Polres Kendal, Polsek Pageruyung dan Polsek Brangsong. 5 tahanan di Polsek Pageruyung sudah selesai putusan rencana Rabu atau Kamis kita masukkan,” terang Samsul.

 

Untuk menjalankan hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan protokol penerimaan sebagaimana ketentuan protokol kesehatan. Katanya, napi yang masuk akan dilakukan sterilisasi menyeluruh sebelum dimasukkan ke ruangan.

 

Para napi juga harus mempunyai hasil rapid tes yang menyatakan non reaktif covid-19 agar bisa diterima masuk ke lapas. Hal tersebut juga tertuang dalam isi surat di atas poin 2. Selain itu, pihaknya juga telah menyediakan sebuah ruangan khusus bagi para napi baru untuk dilakukan isolasi selama 14 hari. Semua kegiatan antara napi lama dan baru selama waktu tersebut akan dibatasi.

 

Pihaknya juga akan melakukan pengecekan kondisi kesehatannya sekurang-kurangnya 12 hari pasca dimasukkan ke lapas. “Untuk sementara waktu baru lima yang putus pengadilan. Tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi,” kata Samsul.

 

Pihaknya juga telah membentuk tim khusus yang bertugas memberi makan para tahanan yang masih berada di Polres maupun Polsek. Serta siap menerima tahanan yang memenuhi ketentuan untuk dimasukkan ke dalam lapas.

 

“Tahanan 5 orang yang mau masuk putusan hukuman sedikit. Setelah masuk kita akan programkan dapat asimilasi sebagaimana peraturan dari pusat dengan batas ketentuan pemberian asimilasi hingga Desember 2020. Untuk kegiatan lain dari 183 napi yang ada mulai dinormalkan namun tetap patuhi protokol kesehatan, terlebih kegiatan keagamaan,” tutup Samsul. (alf)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.