Langkah DPRD Kota Menuju Parlemen Modern

SEMARANG – Perkembangan teknologi makin memudahkan kita dalam melaksanakan setiap kegiatan. Kemudahan ini tidak hanya dalam bisnis dan keuangan, namun juga dalam urusan pemerintahan dan pelayanan publik. Lembaga pemerintah mau tidak mau, harus memanfaatkan kemajuan teknologi dalam melayani masyarakat.

Ketua DPRD Kota Semarang H. Supriyadi
Ketua DPRD Kota Semarang H. Supriyadi, SSos, MA menjadi salah satu narasumber dalam dialog interaktif DPRD Kota Semarang dengan tema Jejak dan Langkah menuju Parlemen Modern.

Ketua DPRD Kota Semarang H. Supriyadi, SSos, MA menegaskan, selama hampir lima tahun memimpin DPRD Kota Semarang telah banyak yang dilakukan untuk menjadikan lembaga ini sebagai parlemen modern. “Kami terus melakukan inovasi memanfaatkan kemajuan teknologi  dalam mendukung tugas dan fungsi DPRD,” katanya.

Salah satunya adalah dengan menerapkan aplikasi dalam kegiatan sehingga ada kemudahan bagi masyarakat sekaligus efeseinsi anggaran. Keterpihakan alokasi anggaran untuk belanja publik sudah menjadi komitmen DPRD Kota Semarang. “Efesiensi anggaran memang harus dilakukan,sehingga  alokasi untuk belanja publik bisa lebih besar,” katanya.

Selain Ketua DPRD Kota Semarang, narasumber lain adalah Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Semarang Hernowo Budi Luhur.

Namun perlu diingat bahwa kunjungan kerja atau studi banding yang dilakukan DPRD Kota Semarang ke luar daerah tidak semata-mata untuk mengadopsi aturan hukum di daerah tersebut namun juga untuk menyaksikan secara langsung kondisi di sana. “Apakah aturan tersebut bisa dilaksanakan secara efektif atau tidak, bagaimana dampak terhadap masyarakat, tentu hal ini penting untuk diketahui,” katanya.

Ke depan pihaknya tentu tidak akan gegabah dalam melakukan kunjungan kerja atau studi banding ke luar daerah. “Tentu akan dilihat sejauh mana kemajuan kota tersebut, karena kita ingin belajar, yang namanya belajar tentu pada daerah yang sudah lebih baik, sehingga bisa diterapkan di Kota Semarang,” tegas  politisi PDI Perjuangan ini.

Pakar hukum Tata Negara dari FH Undip Dr. Lyta Tiesta menjadi pembicara dalam dialog interaktif yang berlangsung di Hotel Gets Semarang

Menurut pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Undip, Dr. Lyta Tiesta, dengan kemajuan teknologi maka anggaran kunjungan kerja dan studi banding bisa dipangkas. “Dewan tidak perlu lagi berbondong-bondong kenjungan kerja ke daerah lain untuk studi banding,” katanya.

Ditemui usai dialog interaktif DPRD Kota Semarang, Dr. Lyta Tiesta menambahkan, DPRD cukup mendownload atau meminta informasi dari kota yang sudah memiliki peraturan daerah atau bertukar infromasi melalui surat elektronik. Tentu saja langkah ini lebih efektif dan efesien, baik dari segi waktu maupun biaya.

Masyarakat bisa mengikuti dialog interaktif tersebut termasuk bertanya tentang tema yang dibahas.

“Studi banding ke luar daerah atau ke luar pulau, jelas membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, dengan memanfaatkan teknologi anggaran bisa lebih efesien dan dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat untuk rakyat, misalnya untuk membangun jalan, sarana pendidikan atau kesehatan,” katanya.

Meski demikian pihaknya mengapresiasi kebijakan DPRD Kota Semarang yang membuka pada publik akses informasi sekaligus membuka ruang dialog, sehingga masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dan harapan pada dewan. “Kebijakan paperless juga suatu kebutuhan, selain untuk efesiensi juga berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Lyta Tiesta.

Selain dihadiri perwakilan kelompok masyarakat dialog interaktif yang dilaksanakan oleh Setwan Kota Semarang ini juga dihadiri sejumlah lurah di Kecamatan Semarang Timur.

Sementara itu Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Semarang Hernowo Budi Luhur menambahkan program smart city sudah berlangsung sejak tahun 2013 lalu. Saat ini hampir semua pelayanan publik di lingkungan pemkot berbasis elektronik. “Misalnya lapor Hendi, ini akan memudahkan masyarakat dalam memberi laporan,” katanya. (HMS)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.