Lahan Pertanian Makin Sempit, Kembangkan Agro Wisata dan Agro Bisnis

Bagaimana menyiasati lahan pertanian yang kian sempit agar tetap produktif?

SEMARANG – Kota Semarang sebagai kota metropolitan hanya memiliki lahan pertanian dua persen dari total luas wilayah. Namun demikian Dinas Pertanian Kota Semarang tetap ditarget memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dalam tahun ini sebesar Rp 150 juta.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Wahyu Permata Rusdiana. (metrojateng.com)

 

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Wahyu Permata Rusdiana mengatakan, sempitnya lahan pertanian tak mengurangi upayanya untuk mencapai PAD yang ditargetkan.

‘’Kami juga ada target (PAD) per tahun. Jadi, setiap UPTD Agro ada target PADnya. Tapi kami global saja, seluruhnya sekitar Rp 150 juta,’’ kata Rusdiana di sela panen melon basket di Green House Agro Purwosari, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Jumat (8/3/2019).

Pihaknya berusaha terus mengembangkan bidang agro wisata dan agro bisnis untuk menyiasati lahan pertanian yang sedikit tersebut. Untuk agro bisnis, Rusdiana mengungkapkan yang menjadi produk andalannya adalah hasil pertanian berupa buah durian, buah kelengkeng, dan jambu kristal.

Sedangkan untuk hasil pertanian berupa sayuran menjadi unggulan urutan kedua setelah buah-buahan. ‘’Sayuran itu juga lumayan, pemasukannya bisa mencapai Rp 10 juta per tahun. Tapi kadang-kadang untuk pelatihan dan dibawa pulang untuk dikonsumsi sendiri,’’ ungkapnya.

Sedangkan untuk agro wisata, pihaknya telah mengembangkan beberapa desa wisata seperti Desa Kandri di Kecamatan Gunungpati dan Agro Purwosari di Kecamatan Mijen. Ke depan juga akan ada dua lagi yaitu Agro Wisata Wates dan Agro Wisata Pelalangan yang tinggal menunggu diluncurkan. (duh)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.