Kurir Barang Gelapkan Lima Televisi Senilai Rp 30 juta

Pelaku beralasan sakit untuk mengelabuhi pemilik barang.

SEMARANG- Kurir barang elektronik, Brillyan Rio Pujangga (26), warga Kalialang Baru, Sukorejo, Gunungpati, ditangkan polisi setelah menjual barang dagangan milik orang lain.

Polsek Genuk gelar perkara kasus penggelapan barang, Selasa (9/20/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

Peristiwa penggelapan tersebut bermula saat Rio masih bekerja di PT Nusa Indah Transport Abadi di Kawasan Industri Genuk, Kota Semarang sekitar satu bulan lalu. Saat itu ia ditugaskan untuk mengantar puluhan unit televisi pintar ke Jakarta. Namun bukannya diantar, ia justru menggelapkan lima unit televisi pintar

Pemilik barang, Atmaja (59) mengatakan, saat barang akan dikirim Rio ke Jakarta dengan mobil boks sudah menyanggupi tugas tersebut. Namun, tidak lama ia balik lagi dengan mobil boksnya.

“Saya tunggu sehari lalu saya hubungi lagi nomornya sudah ndak aktif. Ia bilang tidak bisa antar barang, karena sakit. Saya cek di mobil barangnya sudah berkurang lima buah,” ujar Atmaja di Mapolsek Genuk, Selasa (9/10/2018).

Mengetahui hal itu, Atmaja langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genuk. Pihak kepolisian yang mendapat laporan tersebut juga langsung menindaklanjuti dengan malakukan penyelidikan. Hingga akhirnya meringkus empat orang tersangka yang terlibat dalam penggelapan tersebut termasuk Rio.

“Kerugiannya kalau dihitung hampir mencapai Rp 30 juta. Tapi setelah melapor saya sangat terima kasih karena bisa diungkap dengan cepat. Sebenarnya bukan kali ini saja saya kehilangan barang, tapi baru ini yang terungkap,” imbuh Atmaja.

Tiga tersangka lain yang ikut menggelapkan barang itu juga diringkus polisi. Mereka Moch Safi’i Ardiansyah, 34, warga asal Surabaya yang tinggal disebuah kontrakan di Lamongan Barat, Sampangan, Gajahmungkur. Kemudian Alde Rahmat, 42, warga Sampangan Baru, Bendan Ngisor, Gajahmungkur serta Wiwit, warga Semarang Barat. Mereka diduga berperan sebagai penadah.

Kapolsek Genuk, Kompol Zaenul Arifin penangkapan ini agar menimbulkan efek jera.

“Iya mereka ini penadah. Awalnya mengaku tidak tahu kalau barang ini ilegal. Namun saat dilakukan penyidikan akhirnya mereka menyebut bahwa tahu asal muasal barang makanya kami ringkus juga,” ujar Zaenul.

Zainul juga mengatakan, untuk menghindari kejaran petugas, tersangka utama sempat kabur hingga ke Bontang. Namun pihaknya bekerjasama dengan Polres Bontang hingga akhirnya berhasil meringkus Rio.

Kini keempat tersangka masih mendekam didalam sel tahanan Mapolsek Genuk untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Mereka dijerat dengan pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.