Kunjungi Balaikota Semarang, Ini Kata David Beckham

david beckham unicef
David Beckham di Balaikota Semarang. (foto: metrosemarang.com/Masrukhin Abduh)

 

SEMARANG – David Beckham, mantan legenda sepakbola yang kini menjadi duta besar Unicef hanya berkunjung selama 20 menit di Balaikota Semarang, Rabu (28/3). Begitu keluar  Ruang VIP Walikota Semarang, Beckham langsung meninggalkan balaikota.

Dengan pengawalan ketat, media dilarang untuk meliput acara pertemuan tersebut. Namun usai menjamu David Beckham, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan banyak hal yang dibicarakan. Dalam pertemuan dia menjamu Beckham dengan makanan khas Semarang Wingko dan Lumpia.

David hanya minum saja. Karena buru-buru mau segera balik ke London,’’ kata Walikota yang karib disapa Hendi. Ia mengaku terkejut karena orang sekaliber David Beckham mau datang di Kota Semarang. Beckham menyampaikan beberapa pesan kepadanya.

‘’Dia senang di Semarang katanya udaranya lebih baik dari London. Lha ini pas mendung soalnya kan,’’ kata Walikota yang karib disapa Hendi.

Beckham juga menyampaikan senang dengan tindakan konkrit dari Pemerintah Kota dan warga Semarang terhadap bullying. Serta menitipkan pesan kepada Pemkot Semarang persoalan bullying kepada anak maupun perempuan harus dihilangkang.

Baca Juga: Alasan David Beckham Kunjungi Semarang

‘’Dia kepengin persoalan bullying di Kota Semarang bisa diminimalkan. Kami sudah sampaikan Pemkot akan mengadopsi kegiatan Setara dengan Unicef di SMPN 33 dan 17 Semarang,’’ kata Hendi, merujuk kunjungan David Beckham ke dua sekolah itu kemarin.

Ditambahkan, pemkot akan mengadopsi model penanganan bullying Yayasan Setara dan Unicef di dua sekolah itu langsung di anggaran perubahan. Dua sekolah itu akan jadi percontohan pencengahan bullying di Semarang.

‘’Dinas Pendidikan juga sudah saya diperintahkan untuk memaksimalkan kegiatan pencegahan bulying di anggaran 2019,’’ ujarnya.

Konsepnya, lanjutnya, nanti akan dibentuk tim berjumlah 40-50 orang di sekolah itu untuk memberi contoh kepada teman-temannya. Mereka harus berani menegur jika ada senior membully adik kelasnya, maupun saling ejek antar teman.

Saat ini pihaknya juga sudah ada program Geber Septi, Rumah Duta Revolusi Mental, dan Seruni sebagai tempat konseling korban bullying di Semarang. (duh).

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

3 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.