Kunci Jadi Pengusaha Bukan Modal Uang

Workshop Digital Entrepreunership Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Hotel Sae Inn Kendal Selasa (10/10) pagi. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

KENDAL – Tak jarang orang akan mundur untuk menjadi pengusaha saat terkendala permodalan. Padahal untuk menjadi pengusaha bukan modal yang paling utama harus dipikirkan. Melainkan kreatifitas, agar usaha bisa berkembang. Hal itu terungkap dalam Workshop Digital Entrepreunership Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Hotel Sae Inn Kendal Selasa (10/10) pagi.

“Yang perlu ditegaskan untuk menjadi seorang wirausaha bukan modal. Tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkan peluang dengan kreatifitas yang kita miliki,” terang Firstman Marpaung, salah satu pembicara.

Mantan karyawan intel berani keluar dari perusahaan yang membayarnya dengan gaji tinggi, kemudian beralih menjadi pengusaha. Ia mengisahkan bagaimana mengembangkan usaha jual beli mobil bekas, namun tidak perlu membeli mobil yang akan dijual ataupun menyediakan lokasi tempat jualan. Semua ia kerjakan dengan teknologi digital.

“Dalam bisnis digital atau online yang perlu dipegang adalah data. Dari sini kita bisa mengembangkan usaha meski modal sedikit. Dengan data yang banyak dan tersusun rapi bisa menghasilkan jutaan bahkan milyaran rupiah,” imbuhnya. Fistman menitikberatkan bahwa untuk memulai usaha jangan berkutat pada usahanya saja tetapi harus mampu keluar dari mindset usaha tersebut.

Staf Ahli Bupati Kendal bidang hukum dan politik, Dwiyanto mengatakan, menjadi pemuda sebaiknya tidak berharap dan bercita-cita jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebaliknya, para pemuda harus kreatif dengan dengan berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja.

Menurutnya anak muda harus bisa memanfaatkan era digital, utamanya media sosial, untuk membangun jaringan dan memasarkan produknya. Sebab pasar mulai beralih tuntutan. Yakni tidak lagi toko atau mal melainkan membeli secara online.

“Perlahan tapi pasti, yang namanya evolusi pasar pasti akan terjadi. Orang sudah mulai nyaman berbelanja online ketimbang harus capek ke mal ataupun pasar. Makanya, ini harus disikapi untuk dijadikan peluang,” tuturnya.

Menurutnya, dengan adanya penjualan secara online, memungkinkan siapa saja bisa menciptakan pasar. Tanpa harus repot-repot mendirikan toko dan berspekluasi mencari tempat yang strategis dan harga yang tinggi.

“Kalau online yang dibutuhkan adalah kreativitas dalam mempromosikan di dunia maya. Sehingga ketika banyak yang melihat akan banyak yang membeli,” tuturnya.

Anggota DPR RI Komisi X, Mujib Rahmat sebagai Keynote Speaker mengatakan, Kendal bisa dibranding sebagai kota wisata. Baik wisata religi, pendidikan, bahari, maupun hasil pertanian. “Tinggal pemudanya fokus untuk mengembangkan usaha. Apakah itu kuliner, agro, fashion ataupun produk lainnya. Tinggal meningkatkan kualitas dan kreativitas para pemudanya,” tandasnya.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan, telah ada peralihan sistem perdagangan lama ke media online atau media sosial. Makanya tuntunya lebih tinggi dari sisi kualitas, karena produk tidak hanya dijual dalam lingkup regional saja.

“Tapi seluruh indonesia bahkan internasional. Karena dengan media sosial semua orang bisa terhubung,” tandasnya. Disini Bekraf, lanjut Hari, para calon wirausahawan ini akan dibekali bagiamana cara mempromosikan produk,  packing dan labeling produk. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

98 − = 94

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.