KSB di 58 Kelurahan Rawan Bencana Disiagakan

Keberadaan mereka untuk membantu mempercepat penanganan korban bencana.

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang diminta menyiapkan satgas bencana terkait dengan potensi bencana.  Pada musim hujan ini potensi bencana baik banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang harus diwaspadai. Apalagi diperkirakan oleh BMKG curah hujan ke depan semakin lebat.

Pohon tumbang di Jalan Simongan. Pemkot diminta menyiapkan satgas bencana. Foto: metrojateng.com/efendi

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Suharsono mengatakan, baru awal musim hujan saja Kota Semarang sudah dilanda banjir. Sejumlah titik beberapa hari lalu tergenang air hingga 30 sampai 60 Cm. Terjadi kemacetan lalu lintas dan permukiman warga yang tergenang banjir.

Bahkan beberapa pohon di sejumlah ruas jalan juga roboh menimpa kendaraan. Karenanya, Pemkot Semarang harus segera menyiapkan satgas bencana untuk menghadapi jika terjadi lagi bencana banjir.

‘’Satgas ini bisa juga melakukan antisipasi terjadinya bencana. Misalnya membersihkan saluran-saluran dari sampah, pengerukan sungai atau saluran yang dangkal, dan menebangi pohon yang berpotensi tumbang kalau hujan deras,’’ katanya, Kamis (13/12/2018).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarso mengatakan, pihaknya sudah membentuk kelurahan siaga bencana (KSB) menghadapi musim hujan. Khususnya di kelurahan-kelurahan yang termasuk daerah rawan bencana banjir, longsor, dan lainnya.

Dari 177 kelurahan yang ada di Kota Semarang, terdapat 58 yang rawan banjir dan tanah longsor. Di setiap kelurahan rawan tersebut sudah terbentuk KSB. Dengan anggota mulai dari tokoh masyarakat, relawan, hingga masyarakat yang peduli kemanusiaan.

‘’Keberadaan mereka untuk membantu mempercepat penanganan korban bencana. Begitu ada kelurahan yang terjadi musibah bencana, mereka akan langsung mengkomunikasikan ke BPBD untuk ditindaklanjuti bersama-sama,’’ tegasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.