Krisis Air Bersih di Lereng Gunung Prau Teratasi

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, meresmikan jaringan air bersih baru untuk warga di lereng Gunung Prau, Rabu (10/6). (Metro Jateng/MJ-01)
Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, meresmikan perbaikan tandon air baru untuk warga di lereng Gunung Prau, Rabu (10/6). (Metro Jateng/MJ-01)

KENDAL – Krisis air bersih yang dialami ratusan warga di lereng Gunung Prau mulai teratasi. Pemkab Kendal telah memperbaiki jaringan pipa air bersih, sehingga masyarakat setempat tidak perlu berjalan jauh untuk mencari air bersih.

Kepala BPBD Kendal Paul Robinson Simamora mengatakan, meluapnya Sungai Terong April lalu menyebabkan pipa saluran air bersih yang mengaliri rumah-rumah warga di Gunung Prau porak poranda. Tiga tandon air bersih dan pipa peralatan pun banyak yang rusak.

“Usai diresmikan, kini masyarakat desa setempat sudah tidak sulit lagi dan sekarang warga dapat mengkonsumsi sarana air bersih itu kembali untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Sementara Bupati Kendal Widya Kandi Susanti yang meresmikan penggunaan jaringan sarana air bersih mengatakan setelah dibangunnya jaringan sarana air bersih ini, masyarakat dapat merawat dan menjaga sebaik-baiknya agar tidak rusak. “Semoga masyarakat genting gunung tidak akan kesulitan lagi untuk mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Dikatakan, terkait dengan sarana dan fasilitas perbaikan infrastruktur terutama mengenai banyaknya jalan yang rusak, seperti yang dikeluhkan masyarakat. Widya berjanji untuk perbaikan jalan aspal di sepanjang desa genting gunung akan disulkan melalui anggaran perubahan.

“Saya sudah sampaikan kepada masyarakat, terkait kondisi jalan rusak nanti akan diusulkan ke dalam anggaran perubahan agar dapat diperbaiki. jika diperhatikan jalan disepanjang desa genting gunung memang banyak yang rusak terutama aspal mengelupas, namun tatanan makadam kondisinya masih bagus,” pungkasnya.

Slamet Mahmudi, warga setempat mengaku, hampir selama satu bulan lebih masyarakat desa tidak dapat mengkonsumsi air bersih paska terjadinya bencana banjir bandang yang menerjang Sungai Terong.

“Sejak saat itu, masyarakat untuk mendapatkan air bersih harus naik ke atas gunung mencari sumber air bersih sejauh 1,5 hingga 2 kilometer. Alhamdulillah, kini setelah diperbaiki lagi, warga kembali dapat mengkonsumsi air bersih demi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

21 + = 26

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.