Kriminalitas di Kabupaten Tegal Meningkat Selama 2018

Jumlah tindak kriminalitas selama 2018 mencapai 212 kejadian atau meningkat 2,4 persen

SLAWI – Kasus kriminalitas di Kabupaten Tegal sepanjang 2018 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pencurian dengan pemberatan (curat) menjadi tindak kejahatan yang paling banyak terjadi.

Sejumlah tersangka kasus kriminalitas berjejer di belakang pejabat perwira Polres Tegal saat rilis laporan akhir tahun 2018. Foto: metrojateng.com/adithya

Berdasarkan rilis laporan akhir tahun 2018 Polres Tegal, Kamis (4/1/2019), jumlah tindak kriminalitas selama 2018 mencapai 212 kejadian atau meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 207 kejadian.‎

“Kriminalitas ada tren kenaikan. Tapi yang perlu diperhatikan bahwa terjadinya tindak kejahatan itu ada tiga aspek yang mendukung,” kata Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto.

‎Ketiganya, lanjut Dwi, yakni motivasi pelaku di antaranya dendam dan ekonomi, ada sasaran yang cocok yang dipengaruhi perilaku korban seperti tidak mengunci sepeda motor saat diparkir, dan tidak adanya penjagaan.

‎”Yang terakhir itu yang menjadi domain kami. Kami sudah berupaya optimal di antaranya patrol. Walaupun tidak bisa meng-cover 100 persen seluruh wilayah Kabupaten sehingga butuh keterlibatan masyarakat juga,” ujar Dwi.

Menurutnya, kasus curat menjadi tindak kejahatan yang paling banyak terjadi sepanjang 2018.‎ Jumlah laporannya mencapai 56. Dari jumlah itu 42 di antaranya berhasil diungkap atau diselesaikan. Sementara sepanjang 2017, ada 46 laporan kasus currat dengan 44 di antaranya berhasil diungkap.

“Selain curat, pada 2018 kasus pencurian‎ sepeda motor (curanmor) juga masih tinggi. Meski ada penurunan dari tahun 2017, yakni dari 57 kasus menjadi 34 kasus. Sedangkan kasus curanmor yang berhasil kita ungkap di 2018 naik dari 24 menjadi 25 kasus,” paparnya.

Adapun kasus curat menonjol yang berhasil diungkap di antaranya adalah ‎pembobolan minimarket di empat lokasi di Kabupaten Tegal. Dalam kasus itu, empat pelaku ditangkap. Selain di wilayah Kabupaten Tegal, sindikat ini juga beraksi lintas daerah.

“Total sudah beraksi di 30 TKP di Kabupaten Tegal, Brebes, dan Pemalang. Setelah sindikat ini ditangkap, tidak ada lagi pembobolan ATM. Artinya sindikat ini pemainnya,” tutur Dwi.

Selain pembobolan minimarket, kasus curat menonjol lainnya yang juga berhasil diungkap jajaran Satuan Reskrim yakni ‎pencurian kendaraan roda empat yang dilakukan oleh Kelompok Blora. Empat tersangka anggota kelompok ini berhasil digulung.

‎”Untuk target di tahun 2019, kita berupaya ungkap kasus currat pembobolan ATM. Kemudian curanmor juga, ‎karena masih tinggi,” Dwi menambahkan. (MJ-10)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.