KPU Sediakan 115 Ribu Braille untuk Warga Difabel

KPU menyatakan tidak mungkin jemput bola datangi warga disabilitas.

Seorang petugas KPU saat menyosialisasikan partisipasi Pemilu dihadapan penyandang disabilitas yang berkumpul di halaman RRI. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Memasuki awal Maret, Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah mulai mendistribusikan ratusan ribu lembar braille untuk digunakan dalam coblosan Pemilu 2019 nanti.

Komisioner Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengungkapkan terdapat 115 ribu braille yang bisa digunakan oleh penyandang disabilitas atau difabel untuk berpartisipasi dalam coblosan Pilpres dan Pileg DPD RI.

“Jumlah braille yang dikirimkan untuk wilayah Jawa Tengah sama persis dengan jumlah tempat pemungutan suara yang terdata saat ini. Yaitu totalnya 115 ribu. Jadinya nanti setiap TPS akan dipasangi braille satu-satu supaya kita dapat mengakomodasi para pemilik hak suara yang berasal dari kalangan disabilitas,” kata Ikhwanuddin ketika dihubungi metrojateng.com, Senin (4/3/2019).

Ia menjelaskan pendistribusian braille sudah dikerjakan oleh petugasnya. Ia menjelaskan saat coblosan 17 April nanti, petugas KPU di tiap kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan dan kelurahan akan mengajak warga berpartisipasi dengan mendatangi setiap TPS.

Untuk pemilih disabilitas, katanya, pihaknya juga menyarankan mereka aktif mendatangi TPS. “Karena yang aktif, yang akan mendapatkan hak suaranya. Sebab kami tidak mungkin jemput bola ke rumah-rumah yang dihuni disabilitas mengingat jumlah petugas kita masih kurang,” bebernya.

Lebih jauh lagi, ia mengklaim kini sudah ada 25 daerah yang mendapat perlengkapan surat suara. Sedangkan untuk kebutuhan logistik kotak suara, kini telah 100 persen selesai dikirimkan ke setiap daerah.

KPU kini juga masih berupaya memaksimalkan pengiriman surat suara untuk Pemilu. Ia menargetkan seluruh surat suara maksimal diterima oleh 35 kabupaten/kota tepat 28 Maret nanti.

“Setelah itu baru bisa dilakukan penyortiran surat suara oleh KPU yang dibantu dengan tenaga-tenaga penyortir yang direkrut dari setiap wilayah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin menyatakan hari ini pihaknya menyosialisasikan kegiatan partisipatif pemilu bagi para penyandang disabilitas. Bertempat di pelataran RRI Jalan Ahmad Yani, ia menyebut ada puluhan penyandang disabilitas dari tujuh kelompok yang dilibatkan oleh pihaknya.

Mereka di antaranya dari penyandang tuna netra, tuna grahita, tuna rungu dan tuna daksa.

“Di wilayah kami, jumlah pemilih disabilitasnya hanya ada sedikit. Cuma kurang lebih 10 ribu orang saja. Mereka sudah masuk DPT dan berhak menggunakan hak suaranya saat coblosan tanggal 17 April,” pungkasnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.