KPU Jateng Awasi Para Bandar Narkoba dan Eks Napi Koruptor yang Ikut Nyaleg

SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah meminta kepada masyarakat setempat untuk ikut memperketat pengawasan dalam proses pendaftaran calon legislatif (caleg) untuk bursa Pemilu 2019 nanti. Sebab, sesuai PKPU Nomor 20/2018, eks narapidana yang terlibat kasus korupsi, kejahatan seksual terhadap anak, dan bandar narkoba dilarang untuk mendaftar caleg.

Joko Purnomo
Foto: fariz fardianto

“Selama sepekan, publik diminta memberi tanggapan soal nama-nama di daftar calon untuk menjaring nama-nama eks narapidana yang terlibat kasus korupsi, kejahatan seksual terhadap anak, dan bandar narkoba,” kata Joko Purnomo, Ketua KPU Jateng, Rabu (4/7).

Menurutnya pendaftaran caleg untuk Pemilu 2019 resmi dibuka per hari ini. Joko bilang terdapat sejumlah syarat yang mutlak dipenuhi oleh para pendaftar.

Syarat yang dimaksud antara lain, melengkapi SK Pengurusan, SK Penetapan Daftar Sementara Calon Anggota DPRD,  hingga daftar bakal calon. Kemudian syarat lainnya yakni para pendaftar caleg harus memenuhi syarat keterwakilan perempuan 30 persen. Artinya, kata Joko, yang disusun setiap tiga calon harus ada seorang perempuan.

“Kalau salah satu tidak dipenuhi, akan dikembalikan,” ujar Joko.

Setelah semuanya dinyatakan lolos, tahapan berikutnya melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Verifikasi dilakukan seminggu setelah pendaftaran ditutup. Tahapan ini khusus menyoroti bacaleg. Jika diketahui ada persyaratan yang kurang lengkap, masih diberi kesempatan untuk memperbaiki.

“Verfikasi ini khusus untuk bacaleg. Kalau yang parpol, harus sudah beres sejak tahap pendaftaran awal,” terangnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 51 = 55

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.