KPU Didesak Gelar Pemungutan Suara Ulang di Lima TPS Kota Semarang

Bawaslu mendapati sejumlah kecurangan ketika proses pencoblosan.

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu Kota Semarang mendesak KPU setempat untuk lekas menggelar pemungutan suara ulang (PSU). Setidaknya, menurut Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini, muncul lima TPS yang berpeluang menggelar PSU, masing-masing di Gajahmungkur, tiga TPS Tembalang, dan satu di Genuk.

 

Ilustrasi penghitungan suara di beberapa TPS Kota Semarang. (fariz fardianto/metrojateng.com)

 

“Untuk mengetahui kapan akan dilaksanakan PSU yang dilakukan, kami serahkan kepada KPU Kota Semarang. Kami juga akan terus berkoordinasi terkait itu dan kami akan terus melakukan pengawasan terhadap jalannya proses tersebut,” kata Naya ketika dikonfirmasi oleh metrojateng.com, Sabtu (20/4/2019).

Naya menjelaskan kelima TPS yang berpeluang menggelar PSU antara lain terletak di TPS 11, Bendan Ngisor Gajahmungkur. Kemudian berturut-turut di TPS 07 Kedungmundu Tembalang, TPS 50 Meteseh, Tembalang, TPS 38 Bangetayu Kulon, Genuk dan TPS 75 Sendangmulyo, Tembalang.

Lebih lanjut, Naya menyatakan ada banyak temuan kecurangan ketika pencoblosan digelar di lokasi tersebut. Di TPS 11 Bendan Ngisor, lanjutnya petugas Panwaslu setempat memergoki terdapat beberapa penyusup saat pencoblosan berlangsung.

“Ada 17 pemilih di TPS 11 dengan domisili luar Kota Semarang tanpa formulir A5 pindah pemilih mendapat surat suara presiden dan wakil presiden,” katanya, sembari membeberkan kecurangan yang muncul di TPS 11.

Tak cuma itu saja, menurutnya di TPS 07 juga ditemukan ada lima pemilih berdomisili luar Kota Semarang tanpa formulir A5 pindah pemilih. Bahkan, empat orang di antaranya sudah memegang surat suara untuk Pilpres dan satu orang lagi sudah memegang surat suara Pilpres dan DPR RI.

Lalu pelanggaran yang terjadi di TPS 50 berupa seorang pemilih yang berdomisili di luar kecamatan tanpa formulir A-5 pindah pemilih. Yang bersangkutan justru sudah mendapat surat suara Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.

Sedangkan pelanggaran yang terjadi di TPS 38 yaitu ada satu pemilih yang berdomilisi di luar Semarang tanpa formulir A-5 pindah pemilih yang mendapat lima surat suara sekaligus yakni Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.

“Hal yang sama terjadi di TPS 75 Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang,” tegasnya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.