KPU Bakal Rekrut Tenaga Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara

Proses sortir nantinya juga akan dilakukan pemeriksaan agar tidak ada kebocoran.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom.

 

SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang akan merekrut kurang lebih 300 orang untuk tenaga penyortiran dan surat suara Pileg dan Pilpres untuk pemilu 17 April 2019 mendatang.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom mengatakan, proses perekrutan tenaga penyortiran dan pelipatan tersebut saat ini sudah mulai dilakukan.

“Jadi ada 250 sampai 300 orang yang nanti akan kami libatkan untuk melakukan sortir lipat, mekanismenya akan kami sampaikan ke publik,” katanya, Rabu (27/2/2019).

Paling terpenting dalam proses sortir dan pelipatan surat suara menurutnya adalah mekanisme pengamanan. Karenanya dalam proses sortir nantinya akan dilakukan pemeriksaan agar tidak ada kebocoran, yaitu sesuatu di dalam gudang yang bisa keluar.

“Sedangkan untuk perekrutan tenaga sortir dan lipat sendiri ini sudah dimulai. Biasanya dari warga sekitar atau komunitas berkebutuhan khusus (kaum difable, red) seperti waktu (gudangnya) di Brotojoyo dulu, tujuannya agar bisa memaksimalkan Sumber Daya Manusia yang ada di Kota Semarang,” ungkap pira yang akrab disapa Nanda Gultom.

Untuk tenaga sortir dan pelipatan surat suara ini akan diberikan upah sesuai dengan ketentuan. Namun Nanda Gultom tidak bersedia menyebutkan berapa upah untuk per lembar surat suara tersebut.

“Dari dulu seperti itu per lembar. Untuk jumlah upah berdasarkan apa yang dihasilkan, biasanya akan bekerja per kelompok. Namun kami memastikan kenyamanan bagi mereka dalam bekerja,” jelasnya.

Pihaknya menargetkan untuk proses sortir dan pelipatan surat suara sendiri dapat diselesaikan dalam waktu maksimal 25 hari, akan dimulai sekitar awal Maret mendatang. Sesuai dengan regulasi yang telah disusun dan disepakati bersama peserta pemilu.

Sedangkan untuk tempat penyortiran dan pelipatan surat suara ada beberapa alternatif. Salah satunya ada di Kawasan PRPP Kota Semarang.
“Kami akan memilih mana yang lebih nyaman dan lebih layak, sehingga sortir lipat surat suara bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Nanda Gultom kembali menegaskan, paling terpenting dalam proses sortir dan lipat adalah faktor keamanan. Karena itu nantinya setiap tenaga sortir dan lipat akan dilakukan pemeriksaan supaya tidak ada kebocoran surat suara yang keluar maupun yang masuk. (duh)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.