KPU Akui Banyak Pemilih Belum Paham Mekanisme Pemilu

Banyak mahasiswa dan masyarakat yang tidak tahu ada berapa surat suara yang akan dicoblos.

Ilustrasi.

 

SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyebutkan masih banyak masyarakat yang belum paham mekanisme pemilu menjelang dua bulan pelaksanaan pemilu. Termasuk kalangan terpelajar yaitu para mahasiswa.

‘’Kami temukan banyak sekali masyarakat yang kurang memahami mekanisme pemilu. Di kampus juga, banyak mahasiswa yang belum menyadari pentingnya menggunakan hak suaranya, dan masih berpikir Pemilu nanti hanya pilpres (pemilihan presiden) saja,’’ kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, Kamis (21/2/2019).

Ia mengungkapkan, banyak mahasiswa dan masyarakat yang tidak tahu ada berapa surat suara yang akan dicoblos pada 17 April 2019 nanti. Mereka menjawab surat suaranya ada tiga atau empat ketika ditanya, masih belum memahami bahwa ada lima surat suara.

‘’Bagaimana mekanisme mencoblos, jumlah surat suaranya, bagaimana agar mereka tidak kehilangan suaranya dengan pindah memilih, itu yang kemudian kami sampaikan kepada mereka ketika melakukan sosialisasi,’’ ujarnya.

Ketua KPU yang akrab disapa Nanda Gultom ini menyebutkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 kepada masyarakat tersebut. Salah satunya dengan merekrut dan menerjunkan relawan demokrasi untuk memberikan sosialisasi.

‘’Relawan demokrasi melakukan sosialisasi dengan masuk ke komunitas-komunitas, dharma wanita, penyandang disabilitas, kelompok-kelompok marjinal, kelompok-kelompok keagamaan, dan lainnya. Ada 11 basis masyarakat yang sudah kami masuki,’’ katanya.

Pihaknya optimis dalam sisa kurun waktu dua bulan sebelum Pemilu ini, masyarakat yang masih kurang memahami tersebut bisa paham mekanisme pemilu. Apalagi, pihaknya telah menggandeng ormas dan lembaga swadaya masyarakat yang gencar dan terus melakukan sosialisasi. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.