KPK Tak Sentuh Ganjar dan Fakta Baru Sidang Tasdi

Korupsi Islamic Center

Tasdi menyebut, Ganjar memberikan uang Rp 100 juta lewat ajudannya. Hal itu terjadi saat Ganjar menghadiri kegiatan deklarasi Purbalingga.

SEMARANG – Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan tidak akan memanggil Ganjar Pranowo untuk dihadirkan sebagai saksi sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret nama Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi. Kepastian itu diungkapkan Jaksa KPK, Kresno Anto Wibowo usai merampungkan agenda pemeriksaan terdakwa dalam sidang tersebut di Tipikor Semarang, Senin (07/01/2019).

ganjar tasdi
Tasdi (berbaju batik) saat berbicara dengan Jaksa KPK usai sidang di Tipikor Semarang. (foto: metrojateng/Fariz Fardianto)

Kresno mengatakan tak perlu meminta keterangan dari Ganjar. Gubernur Jateng juga bukan termasuk dalam salah satu saksi yang ada dalam berita acara pemeriksaan perkara ini. “Kami enggak perlu minta keterangan kepada Pak Ganjar. Kami tinggal ajukan tuntutannya saja,” kata Kresno.

Menurutnya pihaknya sudah menyelesaikan pemeriksaan keterangan saksi-saksi pada sidang suap dan gratifikasi proyek Islamic Center itu. Langkah yang ia ambil itu juga sudah sesuai dengan berkas perkara yang tersusun selama ini.

“Kami sesuaikan dengan saksi di berkas perkara dan tidak mencari-cari saksi lain. Kalau Pak Utut (Utut Adianto) masuknya ke penyidik (daftar saksi disusun penyidik). Beliau juga mengakui mengirim aliran dana ke terdakwa,” cetusnya.

 

Fakta Baru

Dalam sidang pemeriksaan terdakwa kali ini, lanjut Kresno, pihaknya telah menemukan banyak fakta baru. Termasuk pemberian uang Rp 100 juta dari Ganjar melalui ajudannya. “Itu untuk kegiatan kampanye,” beber Kresno.

Tasdi, katanya, juga terungkap menerima aliran dana dari kepala dinas dan honor-honor dari instansi lainnya. “Ada uang dari kepala dinas, honor-honor. Itu yang sedang dikaji lagi. Ini (pemeriksaan Tasdi) sudah sesuai berkas perkara,” ujarnya.

Tasdi sendiri, dalam sidang mengakui bila dirinya menerima uang dari bendahara DPC PDIP di Gedung Mahesa Jenar. Ia menyebut, Ganjar memberikan uang Rp 100 juta lewat ajudannya. Hal itu terjadi saat Ganjar menghadiri kegiatan deklarasi Purbalingga.

Sesaat  sebelum kegiatan tersebutlah, uang diberikan oleh ajudan Ganjar di rumah Tasdi. “Dikasih bulan Mei, beliau (Ganjar) datang ke Purbalingga acara deklarasi. Sebelum itu transit di rumah saya beri Rp 100 juta untuk operasional pemenangan (Pilkada Jateng),” tambahnya.

Deklarasi pemenangan Ganjar-Yasin di Purbalingga dilakukan pada 27 Maret 2018. Deklarasi kala itu dihadiri ribuan warga setempat, dan peserta partai koalisi. Tasdi yang juga ketua DPC PDIP menargetkan perolehan Ganjar-Yasin sebanyak 77,7 persen.

Selain Ganjar, anggota DPR Utut Adianto juga disebut memberi uang untuk gotong royong sebanyak Rp 180 juta. Sama halnya dengan Ganjar, pemberian uang dilakukan di kediaman pribadi Tasdi. “Semua keterangan saya ada di BAP,” tandasnya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.