KPK Periksa Kasus Suap Bupati Jepara

Polda Jateng Jadi Tempat Pemeriksaan

Salah seorang petugas jaga kantor Ditreskrimsus menyebut adanya pemeriksaan saksi di ruangan pada gedung bagian Sub Direktorat Tipikor sejak pukul 08.00

SEMARANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminjam tempat di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah, berkaitan dengan penyidikan kasus suap yang mencatut nama Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Salah seorang petugas jaga kantor Ditreskrimsus menyebut adanya pemeriksaan saksi di ruangan pada gedung bagian Sub Direktorat Tipikor, Kamis (6/12/2018), sejak pukul 08.00.

Sebelumnya KPK telah mengajukan izin peminjaman tempat pada gedung yang ada di Jalan Sukun Raya, Banyumanik, Semarang itu. “Izinnya disampaikan kemarin. Pemeriksaan dilaksanakan hari ini. Informasinya pinjam tempat di gedung Krimsus,” ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja. Meski begitu, Agus mengatakan tak mengetahui persisnya kegiatan yang dilakukan tim penyidik KPK di tempat tersebut.

Nama Ahmad Marzuqi diduga terlibat dalam penyuapan hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Penyuapan diduga terjadi dalam proses sidang gugatan praperadilan atas Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang diterbitkan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah tahun 2017.

Dengan SP3, Kejaksaan Tinggi menghentikan penyidikan kasus korupsi bantuan politik (Banpol) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 2011 hingga 2013 sebesar Rp 79 juta. Padahal, Kejaksaan Tinggi telah menetapkan Ahmad Marzuqi selaku Ketua DPC PPP Jepara, sebagai tersangka dalam kasus korupsi tersebut.

Setelah SP3 diterbitkan, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Semarang. Namun MAKI kalah dalam sidang gugatan praperadilan dengan hakim tunggal Lasito. Ahmad Marzuqi diduga memberikan dana kepada Lasito untuk mempengaruhi putusan praperadilan, sehingga menguntungjan baginya.

Penggeledahan KPK

Dua hari lalu KPK telah menggeledah ruang kerja dan rumah dinas Ahmad Marzuqi. Dalam penggeledahan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu, petugas KPK menyita beberapa berkas dan dokumen. Penggeledahan berlangsung dengan kawalan ketat polisi bersenjata.

Menurut Ahmad Marzuqi berkas yang dibawa KPK adalah laporan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan salinan surat keputusan pengangkatan bupati. Selain itu, Marzuqi juga dimintai keterangan. “Saya diduga menyuap, ada main dengan hakim. Padahal saya bertemu dengan hakimnya saja tidak pernah, kenal saja tidak,” kata Marzuqi.

KPK sudah dua kali dipanggil KPK. Namun, dia tidak pernah hadir. “Pertama karena saya sakit. Yang kedua karena ada kepentingan dan sudah saya percayakan kepada orang,” kata Marzuqi, Selasa (4/12/2018) lalu. (fen/MJ23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.