KPK Jateng Awasi Penggunaan Fasilitas Negara untuk Kampanye

Tidak akan segan menegur Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Jawa Tengah yang ketahuan menggunakan fasilitas negara untuk mendukung kampanye capres

SEMARANG –  Kaum milenial mulai dilibatkan dalam pengawasan selama kampanye Pemilu 2019. Mereka bergabung dalam komunitas Kawal Pemilu Kita (KPK) Jawa Tengah. Kehadiran mereka bertujuan memperketat pengawasan pada penyelenggaraan kampanye yang dihadiri para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Menurut Koordinator KPK Jawa Tengah, Syarifudin Anwar, potensi pelanggarannya sangat besar dengan cakupan wilayah yang luas. Menurutnya, wilayah Jawa Tengah bakal menjadi pusat pertarungan politik.

pilpres
Komunitas Kawal Pemilu Kita saat menghadiri pembekalan yang dilakukan oleh Bawaslu Jateng. (foto: metrojateng/Fariz Fardianto)

“Sebab, pemilih di Jateng sangat banyak, sehingga memunculkan lumbung suara yang besar bagi para kontestan Pemilu. Tetapi kami lihat kondisi tersebut juga berpotensi memunculkan banyaknya penyelewengan,” kata Syarifudin Anwar, Koordinator KPK Jawa Tengah, usai pembekalan bersama Bawaslu, di Hotel Olimpic Jalan Imam Bonjol Semarang, Minggu (06/01/2019).

Fokus KPK Jawa Tengah sendiri adalah pada pengawasan terhadap penggunaan fasilitas negara sebagai alat kampanye. Bila ada Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Jawa Tengah yang ketahuan menggunakan fasilitas negara untuk mendukung kampanye capres, kata Anwar, pihaknya tak akan segan untuk menegur.

“Kami pantau agenda-agenda kampanye yang dilakukan capres dan kepala-kepala daerah. Kami soroti kepala daerah dan ASN yang kampanye gunakan fasilitas negara. Pengawasan dan penindakannya akan dikoordinasikan dengan tim Bawaslu (Badan Pengawan Pemilihan Umum-red) masing-masing daerah maupun tingkat Propinsi Jawa Tengah,” ungkap Anwar.

 

Tetap Netral

Anwar mengklaim komunitasnya akan tetap bersikap netral dalam mengawasi jalannya kampanye pemilu. Yang terlibat di dalamnya merupakan anak-anak muda yang kerap menjadi aktivis di berbagai daerah.

Dalam waktu dekat ia dan kawan-kawannya akan “blusukan” ke setiap agenda kampanye yang dihelat tim calon presiden maupun caleg-caleg DPD, DPRD maupun DPR RI. Agenda yang dimaksud tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Kita jamin bisa netral karena gerakan pengawasan ini diinisiasi sendiri dari kalangan pemuda pemudi. Kita murni dari anak muda aktivis daerah. Makanya kita punya 70 anggota dan delapan orang yang berada di tingkat propinsi,” tuturnya.

Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar S.A.K. Arif menyambut baik pelibatan anak-anak muda dalam mengawasi jalannya kampanye. Ia menganggap kalangan pemuda punya idealisme yang kuat untuk membenahi mekanisme kampanye pemilu.

“Tentunya mereka harus diberi pemahaman mengenai kode etik pengawasannya. Mereka akan kami ajak terlibat aktif mengawasi setiap kampanye yang diselanggarakan di keluarahan maupun kecamatan,” ujar Fajar. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.