KPK Edukasi Masyarakat Semarang tentang Pencegahan Korupsi

Terdapat permainan yang dapat membuat orang menghayat perilaku antikorupsi.

SEMARANG- Masyarakat Kota Semarang diajak untuk mengikuti kegiatan yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, di halaman Balai Kota Pemkot Semarang, Kamis (11/10/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, KPK memberikan edukasi kepada warga tentang upaya untuk pemberantasan dan pencegahan korupsi.

“Edukasi dengan menggelar sosialisasi ini akan membuat masyarakat lebih mengerti korupsi merupakan persoalan kronis di negeri ini yang harus diberantas bersama-sama,” kata wali kota, setelah acara Road Show Bus KPK, halaman Balai Kota Pemkot Semarang, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Kamis (11/10/2018).

KPK, kata dia, akan melakukan sosialisasi mulai hari ini sampai Minggu (14/11/2018), khususnya untuk safari bus KPK. Lewat bus itu masyarakat akan teredukasi tentang cara pemberantasan dan pencegahan korupsi.

Di dalam bus tersebut, disebutkan terdapat berbagai permainan yang dapat membuat bersikap antikorupsi. Misalnya ada game antikorupsi, hiburan lagu-lagu antikorupsi, penyidik cilik dan lain-lain.

Ditegaskan, KPK telah memberikan standar-standar yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya korupsi dengan membuat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKP) oleh setiap pejabat per tahun.

Selain itu, harus mewaspadai titik rawan potensi terjadinya korupsi di pemerintahan, yaitu di unit pelelangan kegiatan proyek dan pelayanan publik seperti perizinan.

Di Kota Semarang, kata Hendi, untuk pelayanan lelang dan perizinan sudah dilakukan secara online. Hal ini menghindari bertemunya secara langsung antara masyarakat yang berkepentingan dengan petugas Pemkot. (duh).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.