Kota Semarang Sediakan Rp 6 Miliar Untuk Sekolah Gratis

Sekolah swasta gratis di Kota Semarang ini bertujuan untuk penyetaraan kesejahteraan guru.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berswafoto bersama sejumlah guru di Plaza Kandri Waduk Jatibarang saat jalan sehat baktimu guru, Minggu (24/11/2019). Foto : metrojateng.com/abduh.

 

SEMARANG – Memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2019 dan HUT PGRI, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama para guru di Kota Semarang melakukan kegiatan jalan sehat di anjungan Waduk Jatibarang Goa Kreo, Gunungpati, Minggu (24/11/2019) kemarin.
Jalan sehat ini diikuti lebih dari 7.500 peserta yang terdiri dari elemen guru, PGRI, jajaran Dinas Pendidikan, OPD serta camat  dan lurah. Dalam kesempatan tersebut, Hendi sapaan akrab wali kota menyampaikan ucapan selamat kepada para guru. Hendi ingin guru kembali kepada marwahnya.
”Guru yaitu digugu dan ditiru. Agar bisa digugu dan ditiru oleh muridnya, guru harus memiliki kecakapan. Kalau Anda ingin mengajarkan anak disiplin, guru harus mencontohkan disiplin, Anda ingin mengajarkan ilmu Anda harus membekali dengan ilmu yang mumpuni,” kata Hendi.
Dalam kesempatan ini, Hendi juga kembali menegaskan terkait rencananya di tahun 2020 yang akan menggratiskan biaya sekolah 10 TK, SD, SMP swasta.
”Tahun depan ada alokasi anggaran di APBD sekitar 6 miliar untuk menggratiskan 10 TK, 10 SD, 10 SMP swasta. Kenapa swasta, kita inginnya semua TK, SD, SMP baik negeri maupun swasta gratis, tapi kita upayakan paling tidak sekitar 90 persen jumlahnya gratis,” ujarnya.
Menyoroti kesejahteraan guru, Hendi yang sering berkeliling sekolah juga menyampaikan, dirinya mendapati adanya guru yang pendapatannya masih pas-pasan, yaitu guru sekolah swasta yang muridnya sedikit. Pada saat jalan ke sekolah, ujarnya, ternyata ada gap yang cukup tinggi.
”Kalau guru di sekolah swasta yang favorit maka tidak masalah, tapi swasta lain yang muridnya sedikit mereka masih ada yang gajinya 100 ribu sebulan, 200 ribu sebulan. Ini yang mendasari pemikiran kami, kalau gurunya pas-pasan maka mengajarnya aras-arasan,” ungkap Hendi.
Untuk itu dirinya bertekad dapat meningkatkan kesejahteraan guru swasta lebih baik lagi. ”Maka ini menjadi PR kita berikutnya mensejahterakan guru swasta unutk minimal sama seperti guru lainnya,” tandasnya. (duh)
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.