Kota Semarang Bisa Jadi Contoh Harmonisasi Antar Umat Beragama

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi mewakili Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, memberikan piagam penghargaan kepada Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang mewakili Pemerintah Kota Semarang di Aula Kementrian Agama Jakarta Pusat.

SEMARANG – Kementerian Agama Republik Indonesia menganugerahkan Harmony Award kepada Pemerintah Kota Semarang dalam peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-75. Pemkot Semarang dinilai berhasil dan juga patut menjadi contoh dalam menjaga keberagaman dan kerukunan umat beragama di Ibu Kota Jawa Tengah.

Kota Semarang memperoleh penghargaan dalam dua kategori sekaligus, yaitu Walikota Semarang Hendrar Prihadi sebagai pembina Forum Kerukunan Umat Beragama. Dan kategori organisasi Forum Kerukunan Umat Beragama itu sendiri.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi mewakili Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, kepada Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang mewakili Pemerintah Kota Semarang di Aula Kementrian Agama Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2020).

Atas diperolehnya penghargaan tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengapresiasi Kementerian Agama yang telah menginisiasi Harmony Award, sehingga dapat semakin memotivasi banyak pihak untuk terus menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.

‘’Apresiasi setinggi-tingginya kepada pak Menteri bersama Kementerian Agama yang telah menginisiasi Harmony Award, sehingga dapat membuka ruang untuk berbagai daerah di Indonesia saling menginspirasi. Ini tentu akan semakin memotivasi seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kota Semarang dalam menjaga kerukungan,’’ tuturnya.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut juga berterima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kota Semarang. Terkhusus pada Forum Kerukunan Umat Beragama yang telah berkontribusi besar dalam menjaga keberagaman di Kota Semarang.

“Dan tentu saja saya bersyukur, karena dengan keberagaman masyarakat di Kota Semarang, yang terdiri dari banyak etnis, budaya, dan agama, sampai saat ini kondusifitas bisa terus kita jaga. Alhamdulillah warga Kota Semarang tidak melihat keberagaman sebagai sebuah persoalan, melainkan justru sebaliknya menjadi sebuah kekuatan untuk membangun kota ini menjadi lebih baik,” tandasnya.

Di sisi lain, Hendi juga menyisipkan pesan akan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama serta kondusifitas di Kota Semarang, untuk dapat semakin menggiatkan pembangunan di kota yang dipimpinnya saat ini.

“Jika sudah demikian program-program pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah pun dapat berjalan dengan baik,” pungkas Hendi.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengibaratkan agama seperti olah raga sepakbola, yang mana di satu sisi bisa mendamaikan, namun juga bisa membuat cerai berai.

“Jika pemainnya bagus dan penegakan aturannya baik, maka permainannya cantik dan enak dilihat. Tapi sebaliknya, jika pemainnya tidak baik dan wasit berat sebelah pasti akan muncul kritikan,” tekannya.

Dirinya menegaskan jika harmonisasi antar umat beragama seperti yang ada di Kota Semarang dan beberapa daerah lainnya, harus menjadi contoh dan ditularkan kepada yang lain. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.