Kota Lama Semarang Ditarget Steril Kendaraan Bermotor Akhir Tahun Ini

Seminggu yang lalu perwakilan Pemerintah Kota Semarang menandatangani keputusan Kota Lama, Pecinan, Kampung Melayu, dan Kampung Arab sebagai Cagar Budaya Nasional.

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melakukan persiapan untuk Kota Lama dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan di akhir tahun. Sebelum akhir tahun ditargetkan kantong parkir tersedia sehingga kendaraan pribadi tidak lewat Kota Lama.

Wali Kota Hendrar Prihadi menargetkan kawasan Kota Lama Semarang bebas kendaraan bermotor pada akhir tahun 2019. Foto: dokumentasi

“Kalau untuk liburan Natal dan Tahun Baru dengan kondisi seperti ini sudah bisa dikunjungi, cuma kan masih ada persoalan parkir. Jadi targetnya masih ada waktu sekitar 3 bulan untuk kami persiapkan kantong parkir, mobil listrik, sepeda onthel, dan seterusnya, sehingga nantinya tidak ada kendaraan pribadi lewat yang mengganggu,” jelas Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (28/8/2019).

“Tapi sepanjang itu belum siap, saya sampaikan kepada teman – teman kita tidak akan memaksakan sterilisasi karena semuanya harus happy, termasuk yang sudah punya usaha disitu harus kita amankan, jangan sampai kita paksakan terus tidak ada yang datang karena kesulitan,” tegasnya.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut juga menuturkan dalam dua tahun kedepan akan memperluas kawasan Kota Lama Semarang yang saat ini baru mencakup area ‘Little Netherland’.

“Seminggu yang lalu perwakilan Pemerintah Kota Semarang menandatangani keputusan Kota Lama, Pecinan, Kampung Melayu, dan Kampung Arab sebagai Cagar Budaya Nasional, artinya pola pembangunan di sekitar situ akan ditata sesuai perundangan cagar budaya yang ada,” ungkap Hendi.

“Dengan begitu saya sudah sampaikan ke Dinas Tata Ruang agar membuat master plan rencana pembangunan untuk tiga kawasan lain setelah Little Netherland, yaitu Melayu, Pecinan, Arab, sehingga kami dapat meneruskan pembangunan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Hendi pun optimistis jika pembangunan Kota Lama kedepan tak hanya bertumpu pada kemampuan pemerintah saja, pasalnya semakin hari semakin banyak pihak yang berminat untuk berinvestasi di Kota Lama Semarang.

“99% bangunan di Kota Lama itu milik private sehingga APBD tidak bisa masuk, jadi jika pemilik bangunan tidak mampu merestorasi maka akan B2B (Business to Business),” terang Hendi.

“Sampai dengan minggu ini kami sudah diinformasi kalau Starbucks sedang mencari tempat di Kota Lama, maka kita bantu sambungkan untuk ada tempat yang bisa disewa. Atau kemarin juga ada informasi pengusaha akan bawa franchise besar ke Kota Lama, ya kita temukan dengan beberapa pemilik gedung,” tambahnya.

Adapun Hendi meyakinkan bahwa Pemerintah dalam pengembangan Kota Lama akan fokus membangun fasilitas publik untuk mendukung investasi yang masuk. “Pemerintah dalam hal ini akan memberikan alokasi anggaran untuk mendukung itu yang sifatnya fasilitas publik, misalnya jalan, saluran, lampu, street furniture, dan seterusnya,” tekan Hendi.

“Maka ini menjadi jelas, bahwa polanya yang akan berjalan kedepan dalam pembangunan Kota Lama baik Little Netherland maupun tiga kawasannya lainnya aka seperti itu,” tutupnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.