Korupsi Bansos Kebumen, Mantan Sopir Rukma Setyabudi Ditangkap

PURWOREJO – Tersangka kasus korupsi bantuan sosial (bansos) pendidikan dan keagamaan Pemprov Jateng 2008 di Kebumen, Bagong, ditangkap polisi. Mantan sopir Ketua DPRD Rukma Setyabudi itu sempat menghilang lama sehingga masuk daftar pencarian orang (DPO).

Informasi yang dihimpun, Bagong ditangkap jajaran Polres Kebumen di depan agen bus Sumber Alam di Jalan Kyai Brengkel RT 03 RW 01, Purworejo, Senin (20/4) sekitar pukul 06.00. Saat itu Bagong yang mengenakan celana jeans dan kaos warna cokelat itu hendak naik bus Sumber Alam menuju Kota Semarang untuk menyembunyikan diri.

Begitu tertangkap, Bagong langsung dibawa ke Mapolres Kebumen untuk menjalani pemeriksaan.

Informasi tersebut beredar di kalangan kader PDIP Purworejo sejak pagi. Sejumlah kader dan pengurus DPC PDIP dipimpin Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Agung Firdaus mengecek kebenaran info itu. “Kabar itu sudah kami konfirmasi, kami ke Kebumen sore tadi dan benar Bagong sudah tertangkap, saat kami datang dia sedang diperiksa polisi,” kata Agung Firdaus.

Sampai berita ini ditulis, polisi belum memberikan keterangan resmi. Kapolres Kebumen AKBP Faizal dihubungi dari Semarang meminta wartawan bertanya kepada kasatreskrim. “Saya masih rapat, hubungi kasat saja ya,” katanya.

Bagong disebut-sebut sebagai kunci kasus ini untuk mengarah pada sang aktor intelektual. Kasus ini diduga melibatkan Rukma Setyabudi yang saat itu menjabat Ketua Komisi D DPRD Jateng. Keterlibatan Rukma diungkap para saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus ini di Pengadilan Tipikor Semarang, di antaranya saksi mantan wakil ketua PAC PDIP Purbalingga
Untung Suparyono dan mantan anggota DPRD Kebumen dari PDIP Riyanto.
Mereka bersaksi untuk terdakwa Rahmat, mantan kepala Desa
Kedungjati, Sempor, Kebumen. Untung dan Riyanto juga berstatus tersangka dalam kasus ini

Untung dan Riyanto mengaku mendapat informasi bansos dari Bagong. Proposal bansos dikoordinir oleh Bagong dan dia pula yang menerima uang hasil potongan bansos dari kepala desa senilai Rp 635 juta. Bagong mengatakan, uang digunakan untuk kampanye pemenangan pasangan
cagub-cawagub Bibit Waluyo-Rustriningsih pada Pemilihan Gubernur
2008.

Riyanto mengatakan, dana bansos turun melalui aspirasi Fraksi PDIP Jateng atas nama atas nama Rukma
Setyabudi dan Murdoko (saat itu Ketua DPRD Jateng). Semua uang ia serahkan kepada Rukma melalui Bagong.

Nama Rukma juga disebut dalam dakwaan jaksa
penuntut umum Kejari Kebumen. Dalam dakwaan itu, peran Rukma sama
seperti yang diungkap para saks. Namun karena Bagong menghilang, aliran dana ke Rukma belum bisa dibuktikan. (Byo)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 5 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.