Korban Tsunami asal Magelang Ditemukan Meninggal Dunia, Satu dalam Pencarian

Jasad manager di PT PLN UPT Durikosambi tersebut ditemukan dua hari setelah kejadian atau Senin (24/12) kemarin

MAGELANG – Heri Kristanto (46), korban bencana tsunami Selat Sunda asal Magelang ditemukan meninggal dunia. Sedangkan anak sulung korban, Abisa Danurwindo (10) masih dalam pencarian.

Prosesi pemakaman korban tsunami Selat Sunda di TPU Giriloyo Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Jasad manager di PT PLN UPT Durikosambi tersebut ditemukan dua hari setelah kejadian atau Senin (24/12) kemarin. Jenazahnya langsung dimakamkan di TPU Giriloyo Magelang keesokan harinya, Selasa (25/12/2018).

Heri merupakan salah satu korban keganasan tsunami yang menghantam Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam. Saat itu dia bersama istri dan kedua anaknya sedang mengikuti acara family gathering yang diadakan oleh perusahaannya di Tanjung Lesung, Anyer, Pandeglang, Banten.

Sejauh ini hanya istrinya, Frida Setyawati (46) yang selamat dan hanya mengalami luka lecet di kaki. Putra bungsunya, Abiyosa Lanang Kapindo juga meninggal dunia dan sudah dimakamkan kemarin.

Adik Heri, Rudi Prasetyo menuturkan, jenazah kakaknya ditemukan Senin (24/12) siang lalu oleh tim dan dibawa ke RS Pandeglang Banten. Dirinya, saat itu memang terus berada di Banten untuk mencari kabar kakaknya dan keponakannya yang masih belum ditemukan.

“Saya mengenali jenazah kakak dari bentuk badan dan bentuk gigi. Tapi sampai saat ini belum ada informasi apapun terkait keberadaan keponakan saya,” kata Rudi.

Pihak keluarga masih menunggu tes DNA. Sedangkan sampel DNA sudah dikirim ke Jakarta Selasa pagi menggunakan penerbangan pertama Garuda. “Saat ini sampel DNA sudah sampai di Pandeglang, Banten. Karena memang semua korban dipusatkan di sana,” ujar Rudi.

Rudi menceritakan bahwa dirinya mengetahui jika kakaknya sudah berkomunikasi dengan bapaknya kalau akan ikut gathering PLN. “Sebelum berangkat gathering, Mas Heri berkomunikasi dengan bapak dan akan pulang ke Magelang hari Jumat,” ungkapnya.

Rudi berharap keponakannya bisa ditemukan dalam kondisi selamat. Dia dan keluarga besarnya terus memantau informasi dari Pandeglang terkait pencarian korban tsunami. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.