Korban Tabrak Lari di Hanoman Minta Sopir Truk Dihukum Berat

Bambang yang sebelumnya sudah memberikan pengakuan terkait insiden laka lantas tersebut langsung menitikkan air mata saat melihat korban Oky yang kehilangan kedua kakinya

SEMARANG – Suara tangis pecah saat Bambang Susanto (56), sopir truk yang kabur usai terlibat laka lantas di Simpang Hanoman setahun lalu, dipertemukan dengan kedua korban luka berat di Mapolrestabes Semarang, Jumat (1/3/2019). Bambang terus mengucapkan permintaan maaf atas kejadian yang mengakibatkan kaki kanan Indrawati (53) dan dua kaki Oky Yudi Satriyo (10) terpaksa diamputasi.

Bambang Susanto bersimpuh dan menangis saat meminta maaf kepada korban Indrawati dan Oky. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Bambang yang sebelumnya sudah memberikan pengakuan terkait insiden laka lantas tersebut langsung menitikkan air mata saat melihat korban Oky yang kehilangan kedua kakinya keluar dari Mapolrestabes Semarang dengan digendong ayahnya, Wahyu Dwiyono. Seketika itu dari mulut Bambang terucap kalimat permintaan maaf yang ditujukan kepada Wahyu.

“Maafin saya, Pak. saya nggak tahu, Pak. Saya kalut,” ucap Bambang yang terus diulang sambil menangis di depan kedua korban dan keluarganya.

Mendengar pemintaan maaf itu, Wahyu langsung meminta Bambang yang semula menunduk untuk melihat langsung kondisi Oky. Wahyu juga meminta Bambang untuk melihat dan mengutarakan langsung permintaan maaf tersebut kepada istrinya, Indrawati. Seketika itu Bambang langsung menatap wajah Indrawati dan langsung menutupi wajahnya dengan tangan yang terborgol.

Bambang juga kembali mengucapkan permintaan maaf tersebut. Setelah itu bersimpuh di hadapan Indrawati. “Maafin saya, Bu. Saya kalut. Saya punya anak yang masih kecil. Rem truk blong,” ucap Bambang yang juga mengatakan kalau kejadian itu dikarenakan rem truk blong.

Indrawati yang duduk di kursi roda tetap bergeming. Terlihat wajahnya yang geram setelah melihat sopir truk yang menabraknya dulu ada di hadapannya. Indrawati kemudian mengingat dan menceritakan kembali kejadian pada 30 Januari 2018 silam kepada Bambang.

“Salahku apa, Pak. Aku mau berangkat kerja, anakku pulang sekolah ingin ikut karena tidak mau dititipkan. Aku sudah berhenti di belakang lampu merah, kamu tabrak, Pak,” ujar Indrawati dengan nada bergetar dan kesal.

Indrayadi terus mencecar Bambang dengan kisahnya yang saat ini tidak lagi bisa bekerja. Tak hanya itu, nada bicara Indrawati bertambah tinggi saat menceritakan kondisi Oky kepada Bambang.

“Jangan beralasan rem blong, sama anak. Lihat anak saya, masih kecil, sedang senang-senangnya bermain dan naik sepeda, sekarang kakinya diamputasi, kaki sehat dulu Pak,” cecar Indrawati kepada Bambang.

Sementara Wahyu yang mendengar Bambang bercerita alasannya kabur dan penyebab kecelakaan seakan tidak terima. Namun perlahan ia berusaha untuk memaafkan Bambang.

“Kalau kamu niat tanggung jawab, harusnya tidak kabur dan merepotkan polisi yang mengejar sampai ke Kebumen. Harusnya berani menyerahkan diri,” kata Wahyu.

“Kalau soal permintaan maaf, saya sebagai manusia juga pasti pernah berbuat salah. Saya maafkan tetapi saya berharap polisi memberikan hukuman yang setimpal,” sambungnya.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan pihaknya sengaja mempertemukan tersangka dengan korban dan keluarganya. Hal itu agar Bambang tahu perbuatannya telah mencelakai orang dan agar tahu kondisi korban saat ini.

“Kami sengaja pertemukan agar tersangka tahu kondisi korban. Juga untuk meminta maaf secara terbuka,” katanya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.