Korban Pelecehan Seksual Guru SD di Semarang Barat Bertambah

 

 

SEMARANG Korban dugaan kasus pelecehan seksual oleh guru SD di Semarang Barat bertambah. Korban kedua, hari ini mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang. Sehari sebelumnya ia didampingi oleh keluarga untuk melakukan visum di RS Tugu.

“Iya tadi ke sini, langsung ke PPA, kemudian sama PPA direkomendasikan untuk membuat laporan pengaduan, belum laporan kepolisian,” ujar Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, Rabu (14/3).
Dari laporan pengaduan tersebut, nantinya pihak kepolisian akan memanggil dan memeriksa par korban. Dalam pemeriksaan tersebur, petugas akan memberikan sejumlah pertanyaan sebagai dasar bukti. “Dari keterangan korban itu nantinya akan dilihat termasuk dengan barang bukti hasil visum yand dilakukan oleh korban,” jelas Suwarna.
Terkait rekomendasi laporan pengaduan, Suwarna menyangkal jika itu diberikan lantaran hasil visum yang tidak cukup kuat sebagai barang bukti.
“Tidak seperti itu, karena hasil visum sendiri juga belum diketahui. Memang prosesnya untuk naik ke tahap penyelidikan bertahap jadi perlu mendengarkan kronologis dari korban dan para saksi terlebih dahulu sebelum melihat apakah ada unsur tindak pidananya,” terang Suwarna.
Ia juga mengatakan, sebelumnya juga pernah terjadi pengaduan yang setelah ditindaklanjuti tidak memenuhi unsur pidana. “Besok yang diduga sebagai korban kedua akan dimintai keterangan, tapi tidak di kantor polisi karena takut. Ia akan dimintai keterangan di rumah pendampingan, sedangkan korban yang melapor pertama akan dimintai keterangan, besoknya lagi hari Jumat,” tukas Suwarna. (fen)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 5 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.