Korban Longsor Belum Ditemukan, Petugas Sebut Ada Kemungkinan Terhanyut Banjir

Ada dugaan korban tertimbun reruntuhan, tapi juga muncul dugaan adanya kemungkinan korban terhanyut banjir.

Kondisi Salon Tins pasca terjadi tanah longsor diberi police line. (Foto: Ahmad Khoirul Asyhar/metrojateng.com)

SEMARANG – Sri Murtini (45), warga Villa P4A 2, RT 06 RW 07, Pudakpayung, pemilik Salon Tins yang menjadi korban longsor hingga Senin petang belum ditemukan. Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih mencari keberadaan wanita yang akrab disapa Mbak Tin oleh warga sekitar.

Pencarian berlangsung lama lantaran petugas SAR terkendala alat dan ketebalan material longsor. Selain itu kondisi lokasi yang berada di tepi saluran sungai memunculkan kemungkinan korban hanyut terbawa arus banjir.

“Upaya pencarian masih dilakukan. Kami bagi ke dalam dua tim. Satu tim mencari di sekitar lokasi atau timbunan material longsor. Satu tim lagi menyusuri sungai karena ada kemungkinan korban hanyut,” kata komandan tim pencarian, Bibit Unggul, ditemui di lokasi kejadian.

Bibit menjelaskan kendala dalam pencarian adalah keterbatasan alat dan ketebalan material longsor. Pencarian sementara dilakukan secara manual.

Kendala di lapangan itu ketebalan kelongsoran dan keterbatasan alat. Alat sementara manual. Kami minta bantuan damkar untuk menyemprotkan air guna menggerus tanah,” katanya.

Disinggung terkait waktu pencarian, Bibit belum dapat memberi kepastian. “Pencarian akan dimaksimalkan hari ini, sampai malam. Kami fokuskan dulu,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa tanah longsor terjadi di Jalan Pudaksari Raya, RT 01 RW 06, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Tembalang, tepatnya di Salon Tins. Peristiwa tersebut terjadi saat hujan lebat mengguyur wilayah Pudakpayung sekitar pukul 14.00.

Sesaat sebelum kejadian, Sri Murtini sedang melayani pelanggan salon di dalam. Tidak lama kemudian tebing yang di atasnya berdiri bangunan salon dan toko longsor. Pelanggan salon sempat keluar menyelamatkan diri, sedangkan Sri Murtini yang masih di dalam terbawa longsor. Sementara pada saat kejadian saluran air di belakang bangunan mengalir deras. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.