Korban Banjir Genuk dan Mangkang dapat Bantuan Rp100 Juta

Pemberian bantuan dari organisasi masyarakat untuk korban banjir di Genuk dan Mangkang yang diserahkan kepada Walikota Semarang di Balaikota. (foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh)

SEMARANG – Organisasi yang terdiri dari Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (Porinti), Perpit, dan Fuqing, Kamis (15/2), memberikan bantuan kepada warga Genuk dan Mangkang yang mengalami musibah banjir beberapa waktu lalu.

Bantuan berupa sembako seperti mie instan, telur, air minum, minyak goreng, serta bantuan dana. Seluruh bantuan tersebut diserahkan melalui Walikota Semarang dan Dinas Sosial untuk dapat dibagikan kepada warga korban banjir.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi pun memberikan apresiasi kepada warga kota Semarang, khususnya sejumlah organisasi kemasyarakatan tersebut. Ini bukti kerukunan antar warga yang sering digembar-gemborkan benar-benar terjadi.

Menurut Walikota yang karib disapa Hendi, yang dilakukan organisasi warga Tionghoa itu lebih dari sekedar nilai sosial. ‘’Yang terlihat adalah sebuah solidaritas, kepedulian, dan saling memiliki sebagai warga Kota Semarang dengan memberikan bantuan tanpa melihat ras, ágama, dan Budaya”, ujarnya di kantor Walikota.

Ketua Porinti, Setiawan Santoso menyebutkan bahwa bantuan tersebut diperoleh dari galangan dana warga keturunan Tionghoa untuk meringankan beban sebagian warga Kota Semarang yang terkena banjir.

‘’Selama 2 hari kami memperoleh dana sebesar Rp100 juta, dan kami berikan berupa sembako dan Rp20 jutanya berbentuk uang guna keperluan dapur umum dan lain-lain. Upaya kami ini tidak ada muatan apapun. Kami hanya berniat berbagi dengan warga Semarang yang membutuhkan”, tuturnya.

Terkait banjir yang menimpa di sebagian wilayah Semarang, Walikota Hendi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengupayakan penyediaan pompa.

‘’Untuk di Genuk yang bisa kami upayakan saat ini baru pompa saja karena sistem penanganan banjir memang belum selesai. Rencananya sistem penanganan banjir berupa pompa berkapasitas besar dan polder di wilayah tersebut akan selesai pada April 2019 mendatang”, pungkasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat
Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

78 − = 71

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.