Kontraktor Gedung Kantor Pelayanan Karantina Semarang Dipolisikan

Diduga Langgar Hak Paten Konstruksi

Konstruksi jaring laba-laba yang dimaksud sudah didaftarkan pada tahun 2004 dan PT Katama Suryabumi mendapatkan hak paten pada tahun 2007.

SEMARANG – Kontraktor pembangunan Kantor Pelayanan Karantina Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang di Jalan Jenderal Sudirman nomor 81, dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng. Pelaporan tersebut terkait kasus dugaan pelanggaran hak paten konstruksi jaring laba-laba.

Gedung Kantor Pelayanan Karantina Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang diberi garis polisi. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Kontraktor yang dilaporkan adalah RAR yang bertanggung-jawab atas pemakaian konstruksi jaring laba-laba pada pembangunan Kantor Pelayanan Karantina. Sementara pelapor dalam perkara tersebut adalah PT Katama Suryabumi yang sudah memiliki hak paten konstruksi tersebut pada tahun 2007. Pelaporan dilakukan di Ditreskrimsus Polda Jateng pada Jumat (5/7/2019) lalu.

“Konstruksi jaring laba-laba yang dimaksud sudah didaftarkan pada tahun 2004 dan PT Katama Suryabumi mendapatkan hak paten pada tahun 2007. Tapi kontraktor itu memakai konstruksi tersebut dalam pembangunan Kantor Pelayanan Karantina Balai Karantina Pertanian,” kata Direktur PT Katama Suryabumi, Lukman Suhardi, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (19/7/2019).

Lukman menjelaskan sudah menyomasi Kantor Pelayanan Karantina Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang terkait pemakaian konstruksi tersebut. Somasi sudah dilayangkan sebanyak dua kali.

“Sebelumnya sudah dua kali kami somasi Kantor Pelayanan Karantina Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang tetapi jawabannya kurang memuaskan,” ungkapnya.

Atas dasar itulah, PT Katama Suryabumi melalui Lukman Suhardi melaporkan RAR ke Ditreskrimsus Polda Jateng. Laporan tersebut mengacu pada Pasal 161 Undang-undang nomor 13 Tahun 2016 tentang Hak Paten. Laporan tersebut sudah diterima dan saat ini masih didalami oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng.

“Laporannya sudah kami buat di Ditreskrimsus Polda Jateng tanggal 5 Juli 2019 lalu. Pekan lalu petugas dari Ditreskrimsus Polda Jateng sudah meninjau lapangan dan memasang police line di proyek pembangunan tersebut agar tidak melakukan aktivitas pembangunan,” paparnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait kasus dugaan pelanggaran hak paten konstruksi tersebut. Perkara tersebut saat ini masih ditangani oleh penyidik Subdit Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng. Statusnya masih tahap penyelidikan.

“Iya, benar. Sudah saya cek langsung ke Subdit Indagsi. Sudah ditangani dan masih proses lidik,” katanya. (aka)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.