Konser Berkonsep Neonoir Terinspirasi Keindahan Semarang di Malam Hari

Konsep Neonoir ini merupakan kali pertama ditampilkan dalam sebuah konser musik.

SEMARANG – Semarang Great Music mengusung konser musik berkonsep Neonoir. Tata panggung dan lokasi pertunjukan dibuat berbeda dengan biasanya. Terdapat permainan lampu-lampu dengan cahaya warna-warni dan video mapping yang kreatif.

Direktur GMedia, Priyo Suyono mengatakan konsep Neonoir terinspirasi dari keindahan Kota Semarang, terutama pada malam hari. Diketahui, banyak titik-titik ikon kota, seperti Lawang Sewu, Tugu Muda, Semarang Bridge Fountain yang memancarkan cahaya warna-warni yang indah.

“Kami ingin membawa suasana itu ke dalam sebuah konser yang berlangsung di UTC Convention Hall Semarang. Pastinya akan lebih meriah,” katanya, Sabtu (27/7/2019).

Penyanyi Anji mengajak seorang sahabat difabel untuk bernyanyi bersama dalam meet and greet sebelum Semarang Great Music di A to Z Bar, Sabtu (27/7/2019). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Priyo mengatakan, konsep Neonoir ini merupakan kali pertama ditampilkan dalam sebuah konser. Tata cahaya dan video diintegrasikan dengan musik agar memberikan pengalaman baru bagi penikmat musik.

Dalam Semarang Great Music, GMedia membawa tiga artis dari ibukota, yaitu Anji, Aurelie dan Female Disc Jockey (FDJ) Putri Una. Dengan bermacam-macam genre musik, GMedia berharap dapat memberikan hiburan untuk semua kalangan masyarakat.

Priyo juga mengajak komunitas difabel untuk turut menyaksikan konser. “Tidak ada batasan kuota untuk para sahabat difabel, monggo nonton saja,” tukasnya. (ade)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.