Komukino Festival 2018 Beri Penghargaan Rumah Aksara WB Jepara

Festival ini menggabungkan empat mata kuliah.

SEMARANG- Mahasiswa Ilmu Komunikasi FTIK Universitas Semarang (USM) menggelar Festival Komukino 7th di Hutan Wisata Tinjomoyo, Semarang, Minggu (16/12/2018).

Pengelola Rumah Aksara WB Jepara mempraktikaan membuat wayang menggunakan limbah rotan sebagai media belajar. Foto-foto: metrojateng.com/Efendi

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam festival tahunan yang sudah diselenggarakan kali ketujuh ini. Acara dimulai pukul 09.00-21.00. Mulai sesi diskusi, pelatihan dolanan tradisional, sajian kuliner dari tiap daerah, permainan tradisional Komunitas Kampung Hompimpa sampai pameran foto.

Festival dengan tema “Jateng Remen” menampilkan berbagai kesenian tradisi dari berbagai daerah yang mewakili tiap eks-karisidenan, ditutup dengan penampilan biduan kelahiran Jepara, Edot Arisna.

Ketua Panitia Festival Komukino 7th, Joko Purnomo mengatakan, sejak kali pertama digelar pada 2012, festival ini memgangkat tema kesenian dan kebudayaan Jawa Tengah
agar masyarakat Jateng tak melupakan khazanahnya.

“Konsep acara ini kami kemas secara modern dan memyenangkan untuk menarik minat generasi muda agar lebih tertarik dengan kesenian dan budaya,” ujar Joko.

Penghargaan Komunitas

Panitia kali memberi penghargaan kepada komunitas berdedikasi bernama Komukino Award untuk mengapresiasi penggiat kesenian dan budaya di Jawa Tengah yang berperan aktif berkecimpung memajukan daerah dengan pendekatan kebudayaan.

Seorang anak bermain mainan tradisional yang terbuat dari bambu, gangsing di tenda Komunitas Kampung Hompimpa.

“Untuk Komukino Award kali ini kami berikan kepada Komunitas Rumah Aksara WB, Jepara. Mereka menggunakan wayang sebagai media belajar di kampung. Ada kegiatan teater dan pembuatan film juga,” imbuh Joko.

Kaprodi Ilmu Komunikasi FTIK USM, Fajrin mengatakan, Komukino merupakan acara yang menggabungkan empat mata kuliah sekaligus pada satu acara yakni fotografi, manajemen
acara, internal dan eksternal PR, dan serta komunikasi pemasaran.

Dia berharap, mahasiswa dapat mengambil manfaat dari kolaborasi mata kuliah itu, sehingga dapat diterima di dunia kerja setelah lulus nanti.

“Mereka tidak hanya belajar teori di dalam kelas saja. Dengan terjun langsung mengoordinir kegiatan, mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam kegiatan termasuk media promosi dan sebagainya, sehingga ketika mereka lulus dari perkuliahan sudah mempunyai pengalaman,” kata Fajrin. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.