Komplotan Perampas dengan Modus Pura-pura Kecelakaan Ditangkap

Empat orang pelaku ditangkap, sedangkan satu orang lainnya menjadi buron.

SEMARANG – Polsek Gunungpati Polrestabes Semarang menangkap komplotan tersangka perampasan dengan modus pura-pura sakit akibat terlibat kecelakaan dengan korban. Tersangka yang ditangkap berjumlah empat orang. Dalam aksinya, salah seorang tersangka sempat mengancam korban menggunakan gunting yang berada di klinik.

Keempat tersangka saat dimintai keterangan oleh Kapolsek Gunungpati Kompol I Ketut Sudana. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

Keempat tersangka tersebut adalah Tri Setiawan alias Wawan (32) dan Agung Prasetyo (26), keduanya warga Kembang Arum, Semarang Barat. Kemudian Fandi Achmadi (33) warga Gisikdrono, Semarang Barat, dan Dodol Hendri Pranata (41), warga Boja, Kabupaten Kendal. Selain empat orang tersebut masih ada satu orang lainnya yang masih dalam daftar pencarian orang (DPO) yakni Joko alias Jojo (25).

“Mereka ini merupakan tersangka perampasan disertai ancaman yang terjadi pada hari Selasa (14/5/2019), pukul 18.00, di Klinik Larisa Husada, daerah Kelurahan Nongkosawit, Gunungpati. Komplotan ini ada lima orang. Empat orang berhasil ditangkap sedangkan satu orang lainnya kabur saat tahu rekan-rekannya ditangkap polisi. Ini masih kami kejar yang satu itu,” kata Kapolsek Gunungpati, Kompol I Ketut Sudana, saat memberikan keterangan, Selasa (25/6/2019).

Sudana menjelaskan peristiwa perampasan tersebut berawal saat salah satu motor yang ditunggangi tersangka mogok dan didorong oleh rekannya. Saat itu korban Efiudin (29) dan rekannya Muhammad Rosit (23), keduanya warga Boja, Kabupaten Kendal, melintas dan tersangka pura-pura jatuh dengan alasan tertabrak korban.

“Salah seorang tersangka pura-pura sakit dan minta menyelesaikan masalah di klinik. Korban sebenarnya mau menyelesaikannya di kantor polisi atau kantor kecamatan tetapi tersangka tidak mau,” ungkapnya.

Setelah mereka berada di klinik yang hanya dijaga oleh dua orang, para tersangka melancarkan aksinya. Tersangka Wawan mengambil gunting di klinik dan mengancam akan menusukkan gunting jika korban tidak menyerahkan handphone, dompet, dan sepeda motor.

“Tersangka juga sempat memukul korban. Setelah mendapatkan dompet, handphone, dan sepeda motor, para tersangka langsung kabur,” papar Sudana.

Hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa para tersangka merupakan residivis. Mereka pernah ditangkap dan dipenjara atas kasus pengeroyokan beberapa tahun lalu. “Jadi mereka menamakan komplotannya sebagai geng tato. Mereka ini residivis,” tambahnya.

Sementara itu, tersangka Wawan mengaku awalnya tidak ada niatan untuk merampas. Ia mengatakan aksi tersebut dilakukan secara spontan dengan memanfaatkan keadaan lokasi yang sepi.

“Sebelumnya tidak ada rencana mau merampas HP, spontan saja. Gunting yang kami gunakan juga milik klinik,” ujar Wawan.

Atas kasus tersebut, keempat tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara. Barang bukti yang disita antara lain dapet, handphone, gunting, dan sepeda motor. (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.