Komplotan Pencuri Mobil Dibekuk saat Transaksi di Tegal

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya yakni, satu unit minibus Kijang Innova tahun 2010

TEGAL – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal menangkap komplotan pencurian minibus. Dua pelaku ditangkap, saat akan melakukan transaksi di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Minggu (12/5).

Satu unit minibus Kijang Innova dengan nomor polisi G-8814-RP diamankan kepolisian sebagai barang bukti. Foto : metrojateng.com/ adithya

Dalam gelar perkara, Wakapolres Tegal, Kompol Arianto Salkery menyebutkan, dua pelaku yang ditangkap yakni, Wahyudin (34) warga Desa Gembong Kulon, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal dan Risapkan Bangkit (24) warga Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal.

Keduanya diamankan setelah melakukan pencurian satu unit minibus Toyota Kijang Innova dari pemilik sebuah rumah yang tengah direnovasi di Jalan Pala Barat III, Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat. Adapun modusnya, dengan melakukan pengintaian sebelum melakukan aksi kejahatan.

“Sebelum beraksi, mereka survei terlebih dahulu untuk mencari rumah yang akan menjadi sasaran. Kemudian, pada malam harinya, kedua pelaku dengan berboncengan sepeda motor kembali mendatangi rumah yang sudah diincar,” kata Kompol Arianto, Selasa (14/5/2019).

Saat mereka berada di sekitar lokasi, sambung Wakapolres, salah satu pelaku yakni Wahyudin, kemudian turun. Dia kemudian masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat tembok dan masuk melalui atap.

Setelah berhasil masuk, pelaku turun ke lantai satu menuju kamar korban dan mengambil kunci kontak serta dua buah telepon genggam. Selanjutnya, pelaku langsung membuka mobil yang terparkir dan membawanya kabur ke arah Jalan Werkudoro.

“Pelaku berhasil kita amankan saat akan menjual mobil hasil kejahatan mereka. Mobilnya ditawarkan dengan harga Rp20 juta,” tandasnya.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya yakni, satu unit minibus Kijang Innova tahun 2010 warna hitam, selembar STNK dan dua unit handphone (HP).

Sementara salah satu pelaku, Bangkit mengaku terpaksa melakukan aksi tersebut, lantaran terlilit hutang piutang. Rencananya, uang hasil kejahatan akan digunakan untuk membayar hutang di temannya sebesar Rp 5 juta. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.