Komplotan Pencuri Kabel Digulung Resmob Polres Tegal

Polisi juga mengamankan dua sarana pencurian yakni satu mobil pikap Futura dan satu minibus Suzuki APV

TEGAL – Jajaran Satreskrim Polres Tegal meringkus dua pencuri kabel listrik dan kayu jati. Sementara dua pelaku lainnya berhasil kabur. Polisi menyita puluhan meter kabel listrik dan lima gelondong kayu jati. Akibat aksi pencurian ini, perbaikan jaringan listrik di Kabupaten Tegal sempat tersendat.

Puluhan meter kabel bertegangan tinggi milik PLN dicuri tersangka dengan cara dipotong menggunakan tang. Foto: metrojateng.com/ adithya

Dua pelaku yang berhasil dibekuk yakni Suherman dan Sumirja. Keduanya warga Kecamatan Jatinegara dihadirkan saat gelar ungkap kasus, Selasa (5/3/2019) siang. Kedua tersangka dibekuk dengan sejumlah barang bukti yakni puluhan kabel PLN dan lima gelondong kayu jati.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua sarana pencurian yakni satu mobil pikap Futura dan satu minibus Suzuki APV yang digunakan untuk mengangkut kabel listrik dan kayu jati hasil curian. Akibat aksi pencurian tersangka, perbaikan jaringan listrik di wilayah Kabupaten Tegal sempat terganggu.

“Kedua tersangka beraksi pada malam hari. Mereka menggunakan alat gergaji dan tang untuk memotong kabel dan kayu,” terang Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo.

Rencananya, sambung Bambang, kabel dan kayu hasil curian akan dijual tersangka ke daerah Cirebon. Namun, belum sempat menjual hasil curian, pihaknya lebih dulu meringkus para tersangka di lokasi berbeda.

“Mereka ditangkap setelah kami mendapat laporan dari PLN yang kehilangan puluhan meter kabel listrik, yang sedianya digunakan untuk perbaikan jaringan di wilayah Kecamatan Jatinegera,” imbuh Bambang.

Sementara itu, tersangka Sumirja menyebutkan, aksi pencurian dilakukan bersama tiga orang temannya. Di mana kelompoknya itu terlebih dahulu mencuri kayu milik Perhutani di Jatinegara. Kemudian keesokan harinya mereka beraksi mencuri kabel milik PLN di daerah Margasari.

“Apa saja kami curi, yang penting bisa cepat laku. Rencananya hasil curian ini mau kami jual, tetapi belum ada yang laku,” tandasnya.

Polisi saat ini masih mengejar dua pelaku lainnya yang buron. Sementara kedua tersangka yang ditangkap dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pasal 83 ayat 1 huruf B junto Pasal 12 huruf E Undang-undang tentang pencegahan dan pemberantasan dan perusakan hutan, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.