Komisi VII DPR Tinjau Pengelolaan Limbah PLTU Tanjung Jati B

Selama ini PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B sudah menaati regulasi yang ada terkait pengelolaan limbah, termasuk pelaksanaan program CSR nya

JEPARA – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PLTU Tanjung Jati B Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Sabtu (21/9/2019). Kunjungan kali ini dilakukan dalam rangka peninjauan pengelolaan limbah PLTU.

Komisi VII mengunjungi PLTU Tanjung Jati B untuk meninjau pengelolaan limbah di sana, Sabtu (21/9/2019). Foto: dokumentasi

Selain anggota Komisi VII DPR RI, kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pengaduan, Pengawasan, dan Pengenaan Sanksi Administrasi Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian LHK. Rombongan disambut langsung oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin, Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali, Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, dan General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B Komang Parmita.

Muhammad Nasir dari Komisi VII mengatakan, kedatangannya bersama anggota lainnya ini untuk melihat secara langsung pengelolaan limbah PLTU Tanjung Jati B mulai dari awal hingga akhir proses pengelolaan.

“Kami kesini untuk melakukan peninjauan, selanjutnya kami akan memerintahkan Gakkum untuk pendampingan dan pengawasan pengelolaan limbah yang ada di PLTU Tanjung Jati B,” ungkapnya.

Selain pengelolaan limbah, Nasir juga meminta PLN UIK TJB agar tetap mempertahankan kinerjanya dalam hal CSR, PLTU Tanjung Jati B adalah perusahaan besar yang sudah seharusnya memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar baik bidang pendidikan, kesehatan, sarana atau fasilitas umum seperti tempat ibadah, pariwisata atau lainnya.

Direktur HCM PLN, Muhamad Ali mengatakan selama ini PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B sudah menaati regulasi yang ada terkait pengelolaan limbah, termasuk pelaksanaan program CSR nya. “(Untuk) Pengelolaan limbah kami sudah menaati regulasi, sudah enam kali PLN Tanjung Jati B meraih proper hijau dari kementerian lingkungan hidup, mudah-mudahan tahun ini bisa proper emas,” ujar Ali. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.