Komisi C Sidak Pembangunan RSUD Mijen

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang H Rukiyanto, SH bersama segenap anggota komisi usai
meninjau pembangunan RSUD Mijen. Foto : metrojateng.com/hms.

SEMARANG – Komisi C DPRD Kota Semarang kembali melakukan inspeksi mendadak atas proyek pembangunan. Kali ini komisi yang membidangi masalah pembangunan secara khusus memantau proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Kecamatan Mijen.

Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang H Rukiyanto, SH ini menyoroti sejumlah persoalan. Di antaranya waktu pekerjaan yang molor atau tidak sesuai jadwal. Hingga mendekati akhir masa pekerjaan 15 Desember 2019 progres pekerjaan baru selesai 40 persen.

Selain meninjau, Komisi C DPRD Kota Semarang juga langsung menggelar koordinasi dengan
Dinas Tata Ruang Kota Semarang. Foto : metrojateng.com/hms.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, HM Rukiyanto mengatakan, akan segera memanggil kontraktor proyek pembangunan tersebut. Selain progres pembangunan tergolong lambat, juga merugikan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.

‘’Kita lihat dan yakini bahwa pekerjaan ini tidak akan selesai. Yang bekerja hanya lima orang sedangkan waktu tinggal sekitar 15 hari lagi,’’ katanya didampingi Wakil Ketua Komisi C Suharsono dan Sekretaris Komisi Danur Rispriyanto.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang H Rukiyanto, SH bersama sekretaris komisi, Danur
Rispriyanto usai melakukan sidak ke RSUD Mijen.
Foto 4. Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Hanik Khoiru Solikah,Trifena Weyatin Suhendro dan
Nunung Sriyanto melakukan koordinasi dengan Distaru Kota Semarang. Foto : metrojateng.com/hms.

Selain pimpinan komisi, nampak sejumlah anggota diantaranya ada Hanik Khoiru Solikha, Febri Soemarmo, Nunung Sriyanto, dan V Djoko Riyanto.

‘’Jadi ini pasti selesainya bangunan ini akan mundur lagi. Rabu (4/12) kita akan panggil untuk minta klarifikasi. Ini sangat mengganggu kinerja Pemkot Semarang,’’ tandasnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Hanik Khoiru Solikah,Trifena Weyatin Suhendro dan
Nunung Sriyanto melakukan koordinasi dengan Distaru Kota Semarang. Foto : metrojateng.com/hms.

Wakil Ketua Komisi C, Suharsono menambahkan, menyayangkan tidak selesainya pembangunan rumah sakit. Karena harapan masyarakat Mijen dan sekitarnya RS ini bisa mulai dioperasikan tahun 2020.

‘’Namun karena kontraktor tidak mampu menyelesaikan sesuai kontrak tentu masyarakat sangat kecewa,’’ ujarnya. Nilai kontrak RSUD Mijen tahap 1 ini sebesar Rp10 miliar dengan jangka waktu pelaksanaan 150 hari. Jika manajemen konstruksi tepat dan daya dukung dana yang baik tentu mampu dilaksanakan dengan baik.

Suharsono mengungkapkan, melihat kondisi sekarang progres pembangunan yang masih kurang dari 40 persen sementara kontrak pelaksanaan pembangunan sampai tanggal 15 Desember 2019, mustahil dapat diselesaikan 100 persen.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono, SS, MSi bersama segenap anggota komisi usai melakukan sidak ke RSUD Mijen. Foto : metrojateng.com/hms.

‘’Pembangunan seharusnya menyelesaikan 4 lantai tapi di lapangan dijumpai baru 2 lantai selesai dan lantai 3 baru dilakukan pengecoran,’’ katanya.

Oleh karenanya, lanjutnya, hal ini harus menjadi evaluasi dinas penataan ruang bersama bagian pengadaan barang jasa dalam menentukan penyedia jasa. Klarifikasi dan pembukuan kemampuan sebagai penyedia harus betul-betul dibuktikan dengan riil, tidak hanya sekadar administratif. (HMS)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.