Komisi B: Tambahan Waktu Pekerjaan Pasar Wonodri Langgar Aturan

Dari hasil tinjauan lapangan diketahui masih banyak kegiatan pekerjaan yang belum jadi dan masih belum diselesaikan oleh kontraktor.

SEMARANG – Komisi B DPRD Kota Semarang menilai pemberian tambahan waktu 25 hari oleh pemerintah kota dalam proyek pembangunan Pasar Wonodri melanggar aturan. Apalagi diperkirakan pembangunan pasar nantinya masih belum bisa selesai 100 persen.

pasar semarang
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan proyek pembangunan Pasar Wonodri, Senin (7/1/2019). (foto: metrojateng/Masrukhin Abduh)

Komisi B telah melakukan tinjauan pembangunan Pasar Wonodri untuk melihat langsung progres pembangunan pada Senin (7/1/2019). Dari hasil tinjauan lapangan diketahui masih banyak kegiatan pekerjaan yang belum jadi dan masih belum diselesaikan oleh kontraktor.

‘’Kami menyayangkan pembangunan belum selesai, harusnya selesai sesuai target. Kami juga menyangkan pemkot, dalam memberi kemudahan (penambahan waktu kepada kontraktor) harusnya jangan melanggar aturan,’’ kata Ketua Komisi B, Agus Riyanto Slamet.

Agus Riyanto yang didampingi anggota Komisi B yaitu Syahrul Qirom, Danur Rispriyanto, dan Ari Purbono mengatakan, melihat kondisi yang ada di lapangan, diyakini pekerjaan tetap masih belum bisa selesai hingga batas perpanjangan waktu habis. Jika pun selesai dipastikan pekerjaan tidak akan mendapatkan hasil sempurna seperti yang diharapkan.

‘’Tapi kami yakin tidak akan selesai (sampai perpanjangan waktu habis). Jika belum selesai maka pemkot harus tegas memblacklist rekanan,’’ tegas Agus Riyanto Slamet.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, pembangunan Pasar Wonodri diperpanjang selama 25 hari, yaitu dari tanggal 26 Desember 2018 sampai 20 Januari 2019. Ia yakin dengan perpanjangan pembangunan selesai 100 persen.

‘’Meskipun perpanjangan sampai 20 Januari, diharapkan tanggal 15 sudah selesai, sehingga pada 17 Januari pengundian lapak bisa dilakukan dan akhir Januari pedagang bisa pindah, jika pedagang sudah pindah maka lapak sementara di Jalan Wonodri Raya dibongkar,’’ katanya.

Dia menjelaskan, kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target pada 25 Desember 2018, karena kendala kesulitan droping material. Area droping hanya di jalan sebelan selatan dan sebelah barat pasar, itu pun yang sebelah selatan sudah dipakai relokasi pedagang.

Namun setelah perpanjang waktu jika kontraktor masih tetap tak bisa menyelesaikan pekerjaan 100 persen, maka pihaknya siap melakukan blacklist kepada kontraktor.

Sekedar diketahui, royek Pembangunan Pasar Wonodri sendiri dilelang 30 Mei 2018 lalu, dengan kode tender 4022108 dan diikuti 100 peserta. Dengan pagu anggaran Rp 21.790.000.000 dan ditangani Dinas Perdagangan Kota Semarang, tender proyek ini dimenangkan PT Batanghari Karya Mandiri dengan nilai penawaran Rp 17.441.186.000.

Setelah akhir kontrak pada 25 Desember kontraktor ternyata tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, hingga akhirnya Pemkot Semarang memberikan tambahan waktu 25 hari dengan sistem denda. (duh)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.