Komisi B Pecah Kongsi, Terjadi Pro dan Kontra Soal Proyek Pasar

Proyek pembangunan Pasar Wonodri Semarang yang tidak selesai, menuai polemik di Komisi B DPRD Kota Semarang. Sebagian anggota Komisi B membela perpanjangan kontrak pengerjaan, sebagian lainnya meminta kontraktor diberi sanksi blacklist.   

pasar semarang
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan proyek pembangunan Pasar Wonodri, Senin (7/1/2019). (foto: metrojateng/Masrukhin Abduh)

 

SEMARANG – Kasus perpanjangan waktu penyelesaian proyek pembangunan Pasar Wonodri, membuat Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang yang salah satunya membidangi masalah perekonomian terpecah. Terjadi pro dan kontra dengan penambahan waktu tersebut.

Sebelumnya Pemkot Semarang memberikan tambahan waktu kontraktor menyelesaikan pembangunan pasar selama 25 hari, sampai tanggal 20 Januari. Sebab kontraktor sampai batas akhir kontrak kerja pada 25 Desember 2018, hanya mampu menyelesaikan 85 persen.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, bersama Wakil Ketua Danur Rispriyanto, dan anggota Syahrul Qirom, Ari Purbono, hari Senin (7/1) telah meninjau pembangunan pasar. Dan menyatakan penambahan waktu melanggar aturan, serta pesimis pembangunan Pasar Wonodri akan selesai meskipun waktunya sudah ditambah.

Namun, Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo justeru mengatakan, jika statement-statement yang menyoal pembangunan Pasar Wonodri adalah pendapat pribadi. Dia mengaku selaku anggota Komisi B, dirinya tidak pernah diajak diskusi terkait pembangunan Pasar Wonodri.

‘’Misalnya beberapa statement yang saya baca mengatakan ‘kami’ terkait opini bahwa kebijakan tersebut mendahului anggaran, padahal kalau saya lihat itu kan (penambahan waktu pembangunan di tahun anggaran yang berbeda) sifatnya karena bukan pembangunan baru (hanya melanjutkan),’’ jelas Joko, Selasa (8/1/2019).

“Mungkin ada yang salah memahami kebijakan yang dibuat oleh Pemkot tersebut, sehingga saya rasa penting untuk diluruskan,’’ kata anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Anggota Komisi B lainnya juga dari Fraksi PDI Perjuangan, Hanik Khoiru Sholikah mengatakan, bahwa kebijakan Pemkot Semarang dengan menambah waktu pengerjaan Pasar Wonodri, sebenarnya justeru menjadi kabar baik bagi para pedagang. Pasalnya dengan dirampungkannya pembangunan pasar tersebut, para pedagang dapat segera masuk untuk berjualan kembali.

“Kebijakan apapun yang sifatnya berpihak kepada pedagang pasar tentu sangat kami apresiasi. Terkait hal ini kalau pembangunannya dihentikan tentu akan menyusahkan pedagang, kami tidak ingin hal itu terjadi,’’ tandas Hanik.

“Maka ketika ada statement yang mengatakan kami tidak setuju, saya rasa itu bukan representasi suara teman-teman yang lain,’’ pungkasnya. (duh)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.