Komisi B Kritisi Kios Lantai Dua Pasar Wonodri Terlalu Kecil

Pembangunan Pasar Wonodri diklaim telah selesai 100 persen. Namun berbagai fasilitas dinilai kurang layak.

pasar semarang
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan proyek pembangunan Pasar Wonodri, Senin (7/1/2019). (foto: metrojateng/Masrukhin Abduh)

 

SEMARANG – Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, mengkritisi lapak kios di lantai dua Pasar Wonodri. Kios tersebut dinilai terlalu kecil dengan luas hanya 1×1,5 meter, dan dengan akses jalan hanya sekitar satu meter.

 

Dengan kondisi tersebut, menurutnya akan menjadi masalah bagi pedagang nantinya.
“Khususnya di lantai dua, kios terlalu sempit untuk pedagang di pasar tradisional, hanya 1×1,5 meter. Meski dilengkapi fasilitas lift, kami yakin luasan kios ini akan jadi masalah karena aksesnya kurang nyaman. Apalagi kiosnya ada yang masuk dengan luasan jalan sangat sempit,” katanya, Senin (24/1/2019).

 

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya sudah meninjauan langsung progres pembangunan Pasar Wonodri
Dalam tinjauan tersebut, Fajar mengungkapkan bahwa saat ini pembangunan Pasar Wonodri sudah 100 persen selesai.

 

“Kami melakukan tinjauan karena beberapa waktu lalu Pasar Wonodri menjadi perhatian baik masyarakat maupun kalangan Dewan. Setelah kami cek semua, sudah 100 persen selesai tinggal pembersihan saja,” katanya.

 

Fajar mengungkapkan, penyelesaian pembangunan Pasar Wonodri lebih cepat dari target yang sebelumnya ditetapkan dari tambahan waktu 25 hari. “Secara formal batas waktu itu tanggal 20 Januari. Namun setelah kami lihat hari ini, sudah 100 persen jadi,” katanya. (duh)

 

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.