Koma Usai Dikeroyok, Tim Medis Beberkan Kondisi Kasatreskrim Polres Wonogiri

Selama dirawat di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, AKP Aditia ditangani oleh dua dokter, yaitu dokter bedah saraf dan anestesi.

SUKOHARJOKasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani masih mengalami koma usai dikeroyok saat melakukan pengamanan konvoi massa, Rabu (8/5) malam. Tim medis harus melakukan operasi untuk mengangkat pendarahan di bagian otaknya.

Tim medis RS Dr Oen Solo Baru memberi keterangan terkait penanganan Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya, Senin (13/5/2019). Foto: metrojateng.com

Kepala Bidang (Kabid) Palayanan Medis Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, Dr Yohana Denyka Kurniawati menjelaskan, sejak hari pertama dibawa ke rumah sakit pada Kamis (9/5) dini hari, kondisi pasien tidak sadarkan diri. Korban mengalami luka di sekujur tubuhnya, terutama di bagian kepala.

“Pasien saat sampai di Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru kondisinya berat, dan dalam kondisi tidak sadar. Ditemukan ada multiple jejas (luka trauma) di bagian kepala, dan lecet-lecet hampir sekujur tubuh pasien,” katanya saat memberi keterangan pers di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, Senin (13/5/2019).

Setelah tim medis melakukan pemeriksaan dan penunjuang diagnosis, ditemukan ada pendarahan di bagian otak. Sehingga tim medis harus melakukan operasi.

“Operasi yang kemarin dilakukan untuk mengambil bekuan darah yang bisa diambil, namun dari hasil CT scannya pendarahan cukup luas, tapi secara keseluruhan operasi berjalan lancar,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan tindakan medis sesuai SOP dan saat ini tengah dilakukan perawatan secara intensif. Selama dirawat di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, AKP Aditia ditangani oleh dua dokter, yaitu dokter bedah saraf dan anestesi.

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (8/5) malam terjadi keributan yang melibatkan dua kelompok perguruan pencak silat di Sudimoro Wonogiri. Jajaran kepolisian setempat dikerahkan untuk mengamankan situasi.

Namun pada saat itu, AKP Aditia tidak bersama anggotanya dan melakukan pengamanan sendiri, sehingga menjadi sasaran amuk massa. Sampai saat ini polisi masih memburu para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan perwira polisi itu luka parah. (MJ-28)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.