Kolaborasi Kentrung dan Thongprak Hibur Warga Jepara

Perayaan Malam 1 Sura

Dengan pementasan ini, diharapkan masyarakat lebih mengenal dan mencintai kesenian lokal khususnya di Kabupaten Jepara.

JEPARA – Kolaborasi kentrung dan thongprak tampil apik menghibur masyarakat di malam satu suro atau tahun baru 1441 Hijriyah. Gelaran kesenian tradisional Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara, digelar pada Sabtu (31/8/2019) malam, di Halaman Studio Radio Kartini FM Jepara.

Perayaan malam 1 Sura di Jepara. Foto: metrojateng.com

Hadir dalam kesempatan itu Pelaksana Tugas (Plt.) Dinas Pariwisata dan Kebudayan Zamroni Lestiaza, Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Edi Marwoto, Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Jepara Arif Darmawan, para seniman dan sejumlah pejabat terkait.

Kali ini para seniman kentrung modern Ken Palman harus beradu peran dengan para seniman thongprak (thongtek dan emprak), Rhobi Shani dkk. Acara juga dimeriahkan alunan musik tradisional Saripho Percusion. Penyair Jepara Aminan Basyari juga ambil bagian dengan membacakan beberapa puisi dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Kabid Komunikasi Diskominfo Jepara Arif Darmawan mengatakan, pementasan kesenian kentrung ini merupakan kegiatan rutin setahun sekali di malam satu suro. Untuk menghibur masyarakat, kali ini disuguhkan kesenian thongprak.

Dengan pementasan ini, diharapkan masyarakat lebih mengenal dan mencintai kesenian lokal khususnya di Kabupaten Jepara. “Kita punya kewajiban bersama melestarikan seni tradisional, agar generasi milenial mengenal kentrung,” kata dia.

Dengan kemasan modern, antusias masyarakat semakin tinggi. Dalam syair dan pantun yang mereka sampaikan, tidak sedikit yang mendapatkan tepuk tangan meriah dari para penonton. Sedangkan cerita kentrung yang mereka bawakan kali ini mengungkap sejarah Sosrokartono.

Kelompok kentrung modern ini, merupakan generasi baru hasil binaan Mbah Parmo, seniman asli kentrung di Kabupaten Jepara. Saat ini hanya tinggal Mbah Parmo dan Mbah Madi, generasi lama pelestari kesenian kentrung di Kabupaten Jepara.

Selama setahun mereka belajar kentrung dengan tokoh tersebut. Hingga akhirnya dapat manggung sendiri. Beberapa waktu lalu, para seniman kentrung modern ini juga diikutkan festival seni tradisi di Kabupaten Brebes dan meraih Juara Harapan II, tingkat Jateng.

Salah satu seniman thongprak Rhobi Sani mengaku baru kali ini berkolaborasi dengan para seniman kentrung. Pada dasarnya irama musik thongprak yaitu thongtek berbeda dengan ketukan terbang kentrung. Namun mereka berusaha agar dapat menyatu dan menyuguhkan tontonan yang menarik.

“Agak berbeda, karena biasanya kita pakai gendang atau blung untuk ketukan. Kali ini dengan iringan terbang kentrung,” kata dia.

Malam itu, mereka juga mengangkat  kisah seorang penjual rokok ilegal, yang mengalami kejadian tragis di akhir hidupnya. Mereka juga ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk stop, konsumsi rokok tak bercukai (ilegal). Karena hal ini sangat merugikan.

“Melalui kesenian ini, diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama sama cegah peredaran rokok ilegal di Kota Ukir,” pungkas dia.(MJ-23)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.