Kisah RA Kartini Bertemu Mbah Sholeh Darat, Lahirnya Tafsir Quran Pegon

Tafsir Alquran pertama berbahasa Jawa dengan menggunakan huruf Pegon.

SEMARANG – Sebagai seorang ulama yang tersohor di Nusantara, nama Kyai Sholeh Darat begitu dikagumi oleh masyarakat luas.

Foto: Suasana kajian kitab karya Mbah Sholeh Darat di Masjid USM. (metrojateng.com)

Semasa hidupnya, selain mengajar masyarakat awam, KH Sholeh Darat juga aktif mengisi pengajian di kalangan priyayi.

Bahkan, Raden Ajeng Kartini yang mahsyur sebagai seorang ningrat meminta langsung kepada Kyai Sholeh Darat untuk diajarkan membaca tafsir surat Alfatihah. Proses RA Kartini yang mendalami surat Alfatihah itu tersingkap tatkala para anggota Kopisoda menggelar kajian di Masjid Baitur Rasyid di Universitas Semarang (USM) belum lama ini.

Pengasuh Kopisoda Kyai In’amuzzahidin mengungkapkan, tokoh pendobrak tradisi perempuan itu merupakan anak Bupati Jepara. Pertemuannya dengan Kyai Sholeh Darat terjadi di pelataran Pendopo Kabupaten Demak.

Kartini, kata dia, begitu antusias saat memulai mengaji dengan Kyai Sholeh Darat. Kartini lantas meminta KH Sholeh Darat agar Al-Qur’an diterjemahkan. Dalam proses mengaji, Kartini rupanya mendapat ilmu hikmah dalam memahami ilmu agama berkat bimbingan sang kyai.

“Karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Alquran,” tutur Kyai In’amuzzahidin.

Agar belajar Alquran tidak dicurigai oleh pemerintah kolonial, Kyai Sholeh Darat menyiasatinya dengan menuliskan ayat-ayat Alquran dengan huruf Arab Pegon.

Hasil goresan Pegon karya Kyai Sholeh Darat itulah yang memunculkan sebuah karya kitab Hidayaturrahman, ringkasan dari kitab Faidlur Rahman. Kitab inilah yang saat ini dikaji oleh Komunitas Pecinta Kyai Sholeh Darat (Kopisoda) saban minggu ketiga dengan keliling dari masjid ke masjid.

“Pengajian Kopisoda ini sudah berjalan 3 tahun dan mengkaji kitab karya KH Sholeh Darat Semarang di antaranya kitab Hidayaturrahman yang membahas tentang tafsir dan kitab kitab latha’if Al thaharah wa Asrar Al sholah yang membahas tentang rahasia wudlu dan salat,” urainya.

Kajian kitab karya Kyai Sholeh Darat sudah berlangsung tiga tahun. Pembahasannya mengenai ilmu tafsir dan kitab latha’if Al thaharah wa Asrar Al sholah.

“Ke depan kitab karya KH Sholeh Darat yang akan dibaca adalah kitab Majmu’at Al syari’ah Al kafiyah Lil awam,” imbuhnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.