Kisah Pemuda asal Tegal Lolos dari Ganasnya Tsunami Palu

Andi bersama ribuan warga menyelamatkan diri ke atas bukti selama tiga hari

SLAWI – Seorang pemuda asal Tegal, Jawa Tengah, selamat dari gempa dan tsunami di Palu, setelah menyelamatkan diri di bukit. Selama tiga hari, korban terpaksa tinggal di tanah lapang di sebuah bukit, karena khawatir terjadi tsunami lagi mengingat masih seringnya terjadi gempa susulan.

Muhammad Andi Siswanto (dua dari kanan) warga Desa Harjawinangun, Kabupaten Tegal menceritakan kepada wartawan saat berupaya menyelamatkan diri selama di Palu. Foto : metrojateng.com/adithya

Saat ditemui di rumahnya, di Desa Harjawinangun, Kabupaten Tegal, Kamis (4/10/2018) siang, Muhammad Andi Siswanto mengaku masih trauma dengan peristiwa bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala yang dialaminya langsung.

“Ketika terjadi gempa Jumat (28/9) petang, saya baru saja tiba di Palu untuk melaksanakan tugas dari perusahaan tempat saya bekerja,” jelasnya.

Pemuda berusia 28 tahun ini menceritakan, saat gempa pertama terjadi sekitar pukul 14.00 WIT, dirinya sedang berada di penginapan di dekat Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu. Kepanikan warga baru terjadi saat gempa besar terjadi sekitar pukul 17.45 WIT.

Menurut Andi, hampir seluruh warga keluar rumah berusaha menyelamatkan diri. Saat itu pula dirinya ikut menyelamatkan diri, namun bingung di mana harus mencari tempat untuk berlindung. Beruntung, saat di jalan dirinya ditolong orang satu keluarga yang mengendarai mobil hendak menuju Donggala.

“Dalam perjalanan saya melihat bangunan-bangunan sudah ambruk akibat diguncang gempa. Bersama orang Donggala, saya menyelamatkan diri di atas bukit. Kurang lebih selama tiga hari saya dan ribuan warga terpaksa tinggal di tanah lapang,” ungkapnya.

Dijelaskan Andi, seluruh warga Palu dan Donggala saat itu tidak menyangka akan terjadi tsunami pasca gempa. Pasalnya, tidak ada sirine maupun peringatan bahaya tsunami dari BMKG. Akibatnya, saat tsunami menerjang wilayah Palu dan Donggala, banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan diri.

Setelah situasi dirasa aman, Andi dan para warga yang berada di bukit baru berani turun ke kota. Dia tiba di kampung halamannya di Desa Harjawinangun, Rabu (3/10) sore, setelah bisa mendapatkan tiket pesawat dari Makassar tujuan Jakarta. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.