Kisah Mattobi’in, Nelayan Karimunjawa Selamatkan Penyu dari Kepunahan

Untuk satu sarang, Mattobi’in dapat mengumpulkan 60 sampai 100 lebih telur penyu.

JEPARA – Populasi penyu di Karimunjawa terus diupayakan tetap terjaga. Salah satunya dengan melakukan penetasan telur penyu secara alami oleh Taman Nasional Karimunjawa.

Mattobi’in, nelayan yang peduli dengan pelestarian penyu di Karimunjawa. Foto: metrojateng.com

Lalu, siapa yang berburu telur penyu untuk dikumpulkan dan diproses penetasannya? Dialah Mattobi’in, seorang nelayan asli Karimunjawa.

“Tiap pagi, setelah mengisi solar perahu, langsung berkeliling ke pulau-pulau. Karena hampir semua pulau di sini ada telur penyu. Setelah dapat saya bawa ke Pulau Legon Jaten untuk proses penetasan,” ujarnya, Selasa (6/11/2018).

Proses pengambilan telur tidak boleh sembarangan. Identifikasi awal adalah dengan adanya jejak kaki penyu sekitar beberapa meter dari bibir laut. Untuk mengetahui keberadaan telur, menggunakan batang kayu ke dalam sarang.

“Pakai kayu, jika ada telur pasti terasa. Memang proses ini membuat sebagian telur rusak, tapi itu cara identifikasi awal. Nah, kalau ada telur itu saya ambil dengan hati-hati,” lanjutnya.

Telur yang diambil itu ditaruh di ember berisi pasir yang punya suhu udara sama persis dengan sarangnya. “Kalau tidak seperti itu telur akan rusak atau gagal menetas,” papar dia.

Untuk satu sarang, Mattobi’in dapat mengumpulkan 60 sampai 100 lebih telur penyu. Sementara dalam satu hari, dia menemukan sedikitnya tiga sampai lima sarang.

“Tiap harinya dapat banyak, bisa tiga sampai lima sarang. Satu sarang saya taruh di dua ember,” ucapnya.

Usaha tersebut sudah dilakukannya sejak 2003 silam. Hingga saat ini, kendala yang dihadapi adalah predator telur dan pengambilan telur secara liar oleh nelayan.

“Maka saya berangkat pagi untuk menghindari predator seperti biawak. Lagi, harus berebut (waktu) dengan nelayan nakal yang ambil telur secara liar,” tuturnya.

Meski demikian, dia tidak pernah mempersoalkan nelayan nakal tersebut yang terus menyalahgunakan telur penyu.

“Dijual kan mahal. Tapi ketika saya bertemu mereka ya sudah lah saya biarkan. Pernah, saya pernah bertemu,” pungkas dia. (MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.