Kisah Kehidupan Taruna Akpol akan Diangkat ke Layar Lebar

Film berjudul Pohon Terkenal digarap oleh sutradara ternama, Monty Tiwa. 

SEMARANG – Setelah sukses melahirkan film berjudul 22 menit, Kepolisian Republik Indonesia kembali memproduksi sebuah film yang mengisahkan tentang kehidupan taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Film berjudul Pohon Terkenal digarap oleh sutradara ternama, Monty Tiwa.

Proses shooting film di Akademi Kepolisian, Rabu (12/9/2018). Foto: metrojateng.com/efendi

Film tersebut melibatkan sejumlah artis ternama, di antaranya Umay Shahab. Mantan artis cilik yang mempunyai nama asli Muhammad Afriza Shahab itu berperan sebagai taruna Akpol bernama Bara.

Selain itu, juga Laura Theux. Gadis asal Bali itu berperan sebagai taruni Akpol asal Jakarta bernama Ayu. Terakhir, Raim Laode sebagai taruna Akpol asal Papua bernama Yohanes Solosa.

Pengambilan gambar pertama dilaksanakan di lingkungan Akpol, Semarang yang juga dihadiri oleh Gubernur Akpol Irjen Pol Rycko Amelja dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. Sebelum memulai pengambilan gambar pertama, beberapa pejabat Kepolisian serta tim produksi melakukan potong tumpeng dan doa bersama.

Monty Tiwa, yang menggarap film tersebut mengatakan proses pengambilan gambar direncanakan berlangsung selama 14 hari. Lokasi pengambilan gambar sendiri, sekitar 80 persen dilakukan di lingkungan Akpol.

“Ada beberapa titik di Kota Semarang, tapi sekitar 70 sampai 80 persen pengambilan gambarnya di lingkungan Akpol. Untuk tim kami ada sekitar 120 orang,” ujar Monty.

Rencananya, film tersebut akan tayang pada November 2018 mendatang. Monty juga mengatakan, film yang ia garap bersama rekan setim akan menampilkan cerita yang membidik remaja sebagai penontonnya. 

“Ini adalah film yang ringan, menghibur, target kita adalah remaja. Karena memang usia-usia remaja yang nanti diharapkan tertarik masuk ke Akpol dan menjadi Polisi. Namun juga kami berharap bisa ditonton untuk umum di luar remaja,” imbuh Monty.

Menurutnya, selama ini jarang masyarakat yang mengetahui bagaimana proses pendidikan yang dilakukan di dalam Akademi Kepolisian ini.

“Kami ingin menampilkan sekelumit pembentukan proses menjadi aeorang polisi, pendidikan karakternya seperti apa. Karena kan saat ini banyak yang berfikkran yang penting otot, tapi ternyata tidak seperti itu,” tukas Monty.

Sementara, Gubernur Akpol Rycko Amelza Dahniel mengatakan film akan berkisah proses pembentukan Taruna dan Taruni di Akademi Kepolisian. Film itu juga dibuat sebagai akuntabilitas kepada publik. Dengan begitu masyarakat tahu bagaimana kegiatan di Akpol.

“Ya akan ditambah beberapa cerita di dalamnya. Kehidupan taruna perlu disampaikan ke publik,” pungkas Rycko. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.