Kirab Budaya Warnai Hari Jadi Desa Sawangan

Rangkaian kegiatan HUT Desa Sawangan akan diakhiri pada 10 Oktober dengan menggelar tasyakuran.

MAGELANG – Berbagai kegiatan digelar untuk memperingati HUT ke-91 Desa Sawangan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, Minggu (7/10) lalu. Antara lain kirab budaya dan pentas seni tradisional, serta ziarah ke makam para mantan kepala desa terdahulu.

Kirab budaya dalam rangka HUT ke-91 Desa Sawangan Kabupaten Magelang, Minggu (7/10). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh masyarakat setempat. “Perayaan ini rutin kita adakan agar warga desa ini tidak pernah melupakan sejarah berdirinya Desa Sawangan,” kata Kades Sawangan, Johan Wahyudi.

Dia menjelaskan, pada masa kepemimpinan yang ia emban sejak tahun 2013 lalu, salah satu fokus kerjanya adalah menggali sejarah berdirinya Desa Sawangan. Hal itu dirasa penting dilakukan karena sejarah berdirinya sebuah wilayah tak lepas dari perjuangan para pendahulunya.

“Oleh karena itu, mengingat dan merayakan kesuksesan atas perjuangan, menjadi penting ditanamkan kepada para generasi penerusnya. Itu sebabnya kita rutin merayakan hari ulang tahun Desa Sawangan,” ujarnya.

Di sisi lain ia ingin mengedukasi warga terutama kaum muda agar mereka paham, bahwa apa yang saat ini mereka nikmati di Desa Sawangan ini, adalah berkat perjuangan para pendahulu.

Johan memaparkan, dari hasil penelusuran tim Pemerintah Desa, diketahui bahwa Desa Sawanga merupakan penggabungan empat kelurahan, antara lain Kelurahan Bendan, Sawangan, Bakalan, dan Kelurahan Harjowasono. Penggabungan itu dilakukan pada 1927.

Pada tahun itu, kemudian dilakukan pemilihan lurah desa yang pertama kali untuk menentukan pemimpin wilayah hasil gabungan. Namun karena sesuatu hal, pemilihan yang dilakukan saat itu dinyatakan tidak sah.

Setahun kemudian dilakukan pemilihan lagi dan berhasil memilih Harjo Puspito, yang kemudian menjabat dari 1928 hingga 1946. Banyak hasil pembangunan yang ditinggalkan seperti Balai Desa, membuka loket bank, serta membuat lapangan desa.

Berturut-turut kemudian desa Sawangan dipimpin Harjo Subronto, dari 1946-1965.Berturut-turut dari 1967 – 1988, BR Prawoto, kemudian tahun 1988 hingga 2007, dijabat oleh Pargil. Berikutnya dijabat H. Maksum Muhammad, dan setelah itu oleh Johan Wahyudi.

Ketua Panitia, AM.Rahmad Abadi menjelaskan, rangkaian kegiatan HUT Desa Sawangan akan diakhiri pada 10 Oktober dengan menggelar tasyakuran.

“Tahun ini, panitia juga melaunching Mars Desa Sawangan, dimana liriknya mengandung makna semangat kerja bersama antara masyarakat, pemerintah dan tokoh masyarakat dalam memajukan dan mensejahterakan Desa Sawangan,” katanya. (MJ-24)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.